Kenaikan Harga Adalah Langkah Terakhir

Selasa, 13 Maret 2018 - 01:30 WIB
Kenaikan Harga Adalah...
Kenaikan Harga Adalah Langkah Terakhir
A A A
MELEMAHNYA rupiah menjadi mimpi buruk industri makanan dan minuman. Sebab, mayoritas bahan baku yang digunakan adalah produk impor. Menaikkan harga jual menjadi pilihan terakhir yang akan diambil pengusaha untuk menutup biaya produksi yang tinggi. Namun, industri makanan dan minuman (mamin) tak bisa serta-merta menaikkan harga jual produknya. "Kenaikan harga jual biasanya berpengaruh terhadap penjualan. Jadi, tentunya akan kami pertimbangkan juga," ujar Adhi S. Lukman, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Rabu (7/3/2018) pekan lalu.

Kepada Fikri Kurniawan dari SINDO Weekly, Adhi menjelaskan lebih jauh dampak pelemahan rupiah. Berikut petikannya.

Bagaimana tanggapan asosiasi terhadap pelemahan rupiah?
Kami lihat pelemahan rupiah ini pasti akan berpengaruh terhadap biaya produksi karena ketergantungan bahan baku untuk industri mamin masih tinggi. Namun, sekarang kami belum bisa menentukan apakah akan menaikkan harga atau tidak karena masih kita pantau seberapa lama pelemahan ini terjadi. Kalaupun naik, berapa persen kenaikannya juga kami belum tentukan karena rupiah belum stabil. Karena kenaikan harga jual biasanya berpengaruh terhadap penjualan, tentunya kami akan pertimbangkan juga. Kenaikan harga biasanya menjadi langkah terakhir yang kami ambil.

Positifnya pelemahan rupiah ini juga bisa mendorong ekspor. Tentunya dengan pelemahan rupiah, ekspor kita akan lebih bersaing. Sayangnya, ekspor produk olahan ini belum besar. Dalam setahun, paling hanya US$6 miliar lebih. Baru sekitar 7% dari total output industri mamin.

Sampai kapan asosiasi akan memantau hal ini sebelum akhirnya membuat keputusan?
Biasanya industri itu punya cadangan bahan baku satu bulan dan bahan jadi dua minggu sampai satu bulan. Kami tentunya akan memperkirakan dalam satu setengah sampai dua bulan ini. Kami harus menentukan pelemahan rupiah ini akan berlangsung lama atau tidak. Kalau ini memang terus berlangsung, tentunya kami akan kalkulasi harus naik berapa. Sepanjang itu masih bisa diatasi dengan mengurangi keuntungan, tentunya kami lebih memilih mengurangi keuntungan daripada menaikkan harga, tetapi penjualan turun.

Apa yang diharapkan asosiasi?
Jadi, yang kami inginkan adalah rupiah stabil. Sebab, kami punya rencana jangka panjang yang biasanya dibuat secara tahunan. Kemudian, kami juga ada kontrak dengan pembeli dan penyuplai. Kalau harganya fluktuatif, tentu akan merepotkan kami semua. Tentunya pasti akan berpengaruh juga terhadap hal-hal lain, seperti biaya logistik, biaya distribusi, dan lainnya.

Ingin tahu berapa persen porsi bahan baku impor dalam industri makanan dan minuman? Simak wawancara selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi 02-07 Tahun 2018 yang terbit Senin (12/3/2018).

Kenaikan Harga Adalah Langkah Terakhir
(amm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Manusia dan Alam Sebagai...
Manusia dan Alam Sebagai Kunci Transformasi Sistem Pangan
Guru Besar Unpad Sebut...
Guru Besar Unpad Sebut Inovasi Industri Pangan Perlu Dukungan Pemerintah
37 Orang Pelaku Usaha...
37 Orang Pelaku Usaha IRTP Dibekali Pengetahuan Kemanan Pangan
Pemprov Jatim Dorong...
Pemprov Jatim Dorong Pengembangan Industri Halal Produk Pangan
Wali Kota Buka Festival...
Wali Kota Buka Festival Hari Pangan Kota Malang
Kemenperin Susun Pedoman...
Kemenperin Susun Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru pada Industri Pangan
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
19 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
56 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved