AS Akan Kenakan Tarif ke China Atas Pencurian Kekayaan Intelektual

Rabu, 14 Maret 2018 - 05:19 WIB
AS Akan Kenakan Tarif...
AS Akan Kenakan Tarif ke China Atas Pencurian Kekayaan Intelektual
A A A
WASHINGTON - Gedung Putih sedang mempertimbangkan untuk menerapkan tarif dan tindakan hukum terhadap Republik Rakyat China, atas tuduhan pencurian kekayaan intelektual. Amerika Serikat kerap menuding China telah mencuri kekayaan intelektual mereka, yang menjadi sumber ketegangan kedua negara belakangan ini.

Mengutip Nikkei Asian Review, Rabu (14/3/2018), Kantor Perwakilan Perdagangan AS mengajukan proposal ke Gedung Putih untuk mengenakan tarif kepada berbagai produk China, pembatasan investasi perusahaan China di Amerika, dan pembatasan visa bagi warga negara China tertentu.

Menurut laporan tersebut, tarif tidak hanya menargetkan produk teknologi juga produk pakaian. Selain pencurian kekayaan intelektual yang dilakukan China, AS juga keberatan dengan peraturan investasi China yang mewajibkan perusahaan Negeri Abang Sam harus mentransfer teknologi jika ingin melakukan bisnis di China.

Presiden AS, Donald Trump pun sering menghardik China atas praktik perdagangan yang tidak adil. Mengutip dari Reuters, Rabu (14/3/2018), Trump kemungkinan bakal mengenakan tarif sebesar USD60 miliar terhadap produk China yang masuk negaranya. Jumlah tersebut setara dengan Rp824,76 triliun dengan estimasi kurs Rp13.746 per USD.

Tarif ini dibuat atas dasar temuan penyelidikan yang dilakukan Perwakilan Perdagangan AS, Robert Lighthizer terhadap China. Menurut kabar yang diterima Reuters, hukuman ini dapat memicu hubungan perdagangan yang lebih buruk antara AS dengan China.

Bagi Trump sikap proteksionismenya ini untuk memenuhi janji kampanyenya, yaitu membela perdagangan Amerika. Selain mengenakan tarif impor, Trump juga melarang perusahaan asing membeli perusahaan AS dengan alasan keamanan. Pada Senin lalu, Trump memblokir usaha Broadcom, perusahaan yang berbasis di Singapura untuk membeli perusahaan pembuat chip AS, Qualcomm.

Analis perangkat lunak di Bernstein, Stacy Rasgon mengatakan, pelarangan bisnis Broadcom untuk melindungi posisi Qualcomm dan AS. Trump khawatir pembelian tersebut akan menguasai jaringan 5G Amerika dan membawa Huawei, perusahaan China untuk mengambil alih.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Gegara Trump, Pengusaha...
Gegara Trump, Pengusaha Waspadai Banjir Produk Impor Murah China di 2025
Trump Bakal Berlakukan...
Trump Bakal Berlakukan Tarif 100% ke China, Ancaman Perang Dagang Kembali Menggema
China Desak AS Akhiri...
China Desak AS Akhiri Perang Dagang, tapi Juga Siap Meladeni
Trump Kobarkan Perang...
Trump Kobarkan Perang Dagang, China Mencoba Bersikap Baik kepada Dunia
Saling Balas Perang...
Saling Balas Perang Dagang AS-China, Trump Kerek Tarif Jadi 125%
Berita Terkini
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
10 menit yang lalu
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
46 menit yang lalu
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
3 jam yang lalu
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
4 jam yang lalu
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
6 jam yang lalu
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
7 jam yang lalu
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved