Merayakan Kegagalan untuk Kesuksesan

Jum'at, 16 Maret 2018 - 09:34 WIB
Merayakan Kegagalan...
Merayakan Kegagalan untuk Kesuksesan
A A A
BERLIN - Pengusaha bukan hanya bercerita tentang kesuksesan. Hal itu sudah umum dan terkesan membosankan. Bagaimana jika para pengusaha bercerita tentang kegagalan yang pernah dialaminya. Itu pasti lebih menarik dan menantang. Itulah yang dilakukan Max Riedel.

Dia merugi ratusan ribu euro sebelum usia 30 tahun. Cerita tentang kegagalan itu disampaikannya di depan forum pengusaha muda yang berkumpul untuk bercerita tentang kegagalan.

Kisah Riedel mendapatkan sambutan luar biasa. Riedel tak malu ketika dia mengalami banyak kegagalan saat menjalankan bisnis Holi Concept, perusahaan yang menggelar festival dan perlombaan di banyak kota di Eropa. “Dalam kurun waktu empat hingga lima tahun, saya pikir saya membuat banyak kesalahan besar 20 atau 25 kali,” ujarnya.

Dia menjelaskan setiap kesalahan yang dibuat mengakibatkan kerugian antara 50.000 hingga 300.000 euro. Cerita seperti yang disampaikan Riedel itu menjadi teman dalam “Malam Kegagalan” yang digelar di Berlin beberapa waktu lalu.

Acara itu didesain membantu perusahaan muda dan startup untuk belajar kesalahan yang dilakukan perusahaan dan pengusaha. Malam Kegagalan itu awalnya berdiri di Meksiko. Kelompok itu memiliki banyak cabang di 250 kota di 80 negara, termasuk China, India, Inggris, dan Amerika Serikat. Di Berlin, cara itu juga sukses digelar.

Apalagi tradisi Jerman jarang berbicara tentang kegagalan. Bagi orang Jerman, kegagalan merupakan hal tabu namun kini perspektif anak muda Jerman telah berubah. “Orang Jerman memang sangat sulit berbicara tentang kegagalan,” papar Patrick Wagner, salah satu penyelenggara acara tersebut.

Sebagai seorang entrepreneur, Patrick juga memiliki misi memberikan pencerahan kepada anak muda lainnya agar tidak takut mengambil risiko. “70% startup di Jerman mengalami kegagalan,” ujarnya. Meskipun di pelajaran ekonomi, kata dia, banyak mahasiswa tidak menemukan kajian tentang menyelesaikan masalah dari kegagalan.

“Kamu belajar tentang membuat uang, tapi kamu tidak pernah belajar tentang kegagalan,” ujarnya. Di Jerman, sebanyak 2.000 startup baru diluncurkan pada 2017. Namun, 90% startup umumnya berakhir dengan kegagalan. Memang tidak data tentang startup yang gagal di Jerman lebih banyak dibandingkan di Silicon Valley ataupun di Inggris. (Andika Hendra)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terancam Tutup, Perusahaan...
Terancam Tutup, Perusahaan Perparkiran Butuh Sederet Relaksasi Pajak
Pabrik Mulai Berproduksi,...
Pabrik Mulai Berproduksi, VW Ubah Logo seperti Game PacMan
Sosialisasikan COVID-19,...
Sosialisasikan COVID-19, Pengelola Apartemen Manfaatkan Jaringan TV Lokal
Jukir CentrePark Kembalikan...
Jukir CentrePark Kembalikan Dompet Temuan Berisi Jutaan Rupiah ke Pemiliknya
Berkat Kerja Keras Tim,...
Berkat Kerja Keras Tim, CentrePark Raih Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
Pura Trans dan Hino...
Pura Trans dan Hino Latih Smart Driving untuk Para Sopir
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
1 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
1 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
2 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
2 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
2 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved