Ke Amerika Serikat, Pangeran Arab Saudi Tingkatkan Belanja Militer

Rabu, 21 Maret 2018 - 22:37 WIB
Ke Amerika Serikat,...
Ke Amerika Serikat, Pangeran Arab Saudi Tingkatkan Belanja Militer
A A A
WASHINGTON - Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman mengadakan pertemuan khusus dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Gedung Oval, Washington. Dalam pertemuan, Trump menyambut baik keinginan Saudi untuk membeli lebih banyak peralatan militer dari Amerika. Laksana seorang “salesman” Trump menampilkan katalog bergambar mesin-mesin perang teranyar dari Negeri Paman Sam.

Mengutip dari CNBC, Rabu (21/3/2018), Gedung Putih menawarkan Saudi untuk lebih banyak lagi membeli senjata dari mereka. “Arab Saudi adalah negara yang sangat kaya. Amerika memiliki peralatan militer terbaik di mana pun di dunia. Pembelian ini bisa membantu pekerjaan di Amerika Serikat,” kata Trump.

Monarki kaya minyak di Timur Tengah ini, merupakan salah satu mitra strategis Amerika dan pembeli signifikan dari industri pertahanan Amerika. “Tidak ada yang bahkan mendekati kami dalam hal teknologi dan kualitas peralatan militer. Dan saya tahu Arab Saudi sangat menghargai ini,” sambung Trump.

Presiden AS menyebut pembelian peralatan militer oleh Saudi telah membantu 40.000 pekerjaan di Amerika. Untuk itu, Trump lalu menunjukkan beberapa gambar peralatan militer dari tiga matra: darat, laut, dan udara, agar Arab Saudi meningkatkan belanjanya.

Pangeran Mohammed bin Salman langsung menyambutnya. Ia berjanji akan meningkatkan belanja militer Saudi, dari USD200 miliar pada tahun lalu menjadi USD400 miliar atau Rp5.505 triliun (estimasi kurs Rp13.762 per USD) dan kesepakatan kerja sama selama 10 tahun.

Steelah bertemu Trump, putera mahkota berusia 32 tahun itu akan bertemu Menteri Pertahanan James Mattis, Menteri Keuangan Steven Mnuchin, Menteri Perdagangan Wilbur Ross, Direktur CIA Mike Pompeo, dan Penasihat Kemanan Nasional H.R. McMaster. Delegasi Saudi juga dijadwalkan bertemu raksasa industri pertahanan Lockheed Martin dan Boeing.

Tawaran Trump tersebut menunjukkan ia sebagai pedagang yang mumpuni. Dalam sembilan bulan terakhir saja, Amerika Serikat telah mengantongi USD54 miliar atau sekitar Rp743 triliun dari penjualan peralatan militer ke Arab Saudi. Berikut beberapa senjata buatan AS yang sedang dipertimbangkan Saudi untuk dibeli.

Kendaraan lapis baja

Ke Amerika Serikat, Pangeran Arab Saudi Tingkatkan Belanja Militer

Tank M1/A1 Abrams Foto/US Marines

Digunakan di hampir setiap konflik Amerika Serikat sejak dibangun pada tahun 1980, tank tempur M1 Abrams menjadi andalan Angkatan Darat AS dan Korps Marinir. Berbobot hampir 70 ton, tank Abrams menjadi salah satu yang terberat di dunia. Meski beratnya besar namun daya tembak yang menakutkan dan kemampuan manuver yang mengesankan membuat kendaraan lapis baja ini laris di pasaran. Perkiraan biaya peralatan, pelatihan, dan dukungan logistik mencapai USD1,15 miliar. Kontraktor utama adalah General Dynamics Land Systems yang bermarkas di Sterling Heights, Michigan.

153 unit tank M1A/A2 Abrams
153 senapan mesin M2 kaliber .50
266 senapan mesin 7.62mm M240
153 peledak granat M250
20 unit M88A l/A2 alat berat atau alat angkut dengan sistem evakuasi yang dikenal sebagai kendaraan Hercules
169 AN/VAS-5 driver vision enhancer-Abrams
133 perangkat penglihatan malam AN/PVS-7B
4.256 rounds M865 training ammunition
2.394 rounds M831Al training ammunition

Helikopter

Ke Amerika Serikat, Pangeran Arab Saudi Tingkatkan Belanja Militer

CH-47F Chinook Foto/Departemen Pertahanan AS

Helikopter CH-47F Chinook merupakan helikopter rotor ganda yang digunakan oleh Angkatan Darat AS serta tentara internasional lainnya. Misi utama mengangkut tentara, artileri, dan membawa bahan bakar. Perkiraan biaya peralatan, pelatihan, dan dukungan terkait sekitar USD3,51 miliar. Yang akan menjadi kontraktor utama adalah Boeing Military Aircraft Company di Ridley Park, Pennsylvania, dan Honeywell Aerospace di Phoenix, Arizona.

48 unit helikopter kargo CH-47F Chinook
58 unit sitem peringatan rudal AN/AAR-57
48 senjata mesin dan suku cadang M240H 7.62mm

Kapal

Ke Amerika Serikat, Pangeran Arab Saudi Tingkatkan Belanja Militer

Kapal perang kelas littoral USS Freedom Foto/Angkatan Laut AS

Arab Saudi tertartik dengan kapal tempur littoral, kelas kapal angkatan laut terbaru yang dirancang untuk kapal perang dan perang anti kapal selam. Perkiraan biaya peralatan terkait, suku cadang, dan dukungan logistic mencapai USD11,25 miliar. Kontraktor utama adalah Lockheed Martin dari Bethesda, Maryland.

4 Multi-Mission Surface Combatant turunan dari kapal tempur kelas littoral Angkatan Laut AS
48 senapan mesin kaliber 50
8 sistem peluncuran vertikal MK-41 untuk menembakkan rudal di platform angkatan laut
532 rudal RIM-162 Evolved Sea Sparrow
48 rudal RGM-84 Harpoon Blok II
5 MK-15 Mod 31 SeaRAM Close-In Weapon System
188 RIM 116C Block II Rudal Airframe
5 MK-75 76mm sistem OTO Melara Gun

Sistem pertahanan rudal

Ke Amerika Serikat, Pangeran Arab Saudi Tingkatkan Belanja Militer

Sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense Foto/Reuters

Trump menampilkan foto sistem rudal THAAD (Terminal High Altitude Area Defense). Sistem rudal ini sempat ditempatkan AS di Korea Selatan untuk melindungi negara itu dari ancaman Korea Utara. Ini merupakan sistem pertahanan rudal paling canggih saat ini di dunia. Karena dapat memburu dan meledakkan rudal yang ingin menyerang tepat di luar angkasa.

Sistem pertahanan rudal ini memiliki mobilitas tinggi karena bisa diluncurkan dari truk. Perkiraan biaya peralatan, layanan, dan dukungan logistic mencapai USD15 miliar. Kontraktor utama adalah Lockheed Martin Space Systems di Dallas, Texas; Camden, Arkansas; Troy dan Huntsville, Alabama; serta Raytheon di Andover, Massachusetts.

44 unit peluncur THAAD
360 unit rudal interceptor THAAD
7 unit radar AN/TPY-2
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT NKRI Pastikan Kemandirian...
PT NKRI Pastikan Kemandirian Industri Pertahanan akan Berdampak Positif bagi Ekonomi
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, Menhan AS Tegaskan Komitmen Bantu Pertahanan Arab Saudi
Militer Arab Saudi,...
Militer Arab Saudi, Perkuat Pertahanan dengan Industri Lokal
Tak Mau Tergantung AS,...
Tak Mau Tergantung AS, Arab Saudi Perkuat Industri Pertahanan Dalam Negeri
Ingin Jadi Sekutu Sejati...
Ingin Jadi Sekutu Sejati AS, Arab Saudi Ingin Pakta Pertahanan seperti Qatar
Trump Ingin Arab Saudi...
Trump Ingin Arab Saudi Tanam Duit Lebih Banyak di AS, Bidik Investasi Rp16.600 Triliun
Berita Terkini
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini
18 menit yang lalu
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini, Segram Jadi Rp2,63 Juta
2 jam yang lalu
Cyber Breaker Season...
Cyber Breaker Season 3 Jembatani Kebutuhan SDM Digital Pemerintah dan Sektor Bisnis
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,24% ke Level 6.056
2 jam yang lalu
Soal Hapus Pajak JHT,...
Soal Hapus Pajak JHT, Purbaya Masih Tunggu Data BPJS Ketenagakerjaan
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Pejabat Amerika...
Daftar Pejabat Amerika Serikat yang Dilantik dengan Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved