Cyber Breaker Season 3 Jembatani Kebutuhan SDM Digital Pemerintah dan Sektor Bisnis
Kamis, 16 Juli 2026 - 10:55 WIB
loading...
Kompetisi keamanan siber Cyber Breaker Competition Season 3 yang diselenggarakan Peris.ai Cybersecurity bersama RRQ berhasil menarik 916 peserta. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kompetisi keamanan siber Cyber Breaker Competition Season 3 yang diselenggarakan Peris.ai Cybersecurity bersama RRQ berhasil menarik 916 peserta atau 458 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga dikembangkan sebagai talent pipeline untuk menjembatani talenta muda dengan kebutuhan industri keamanan siber.
"Melalui Cyber Breaker Competition Season 3, kami ingin menunjukkan bahwa cybersecurity bisa menjadi ruang yang lebih terbuka, menarik, dan berdampak bagi generasi muda Indonesia. Kami percaya talenta cyber Indonesia memiliki potensi besar, dan tugas kita bersama adalah membuka panggung, membangun ekosistem, serta menghubungkan talenta tersebut dengan kebutuhan industri dan bangsa," kata Head of Cyber Breaker Competition Rheza Dio dalam Grand Final Cyber Breaker Competition Season 3 di Garuda Spark Innovation Hub Jakarta, dikutip pada Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
Jumlah peserta pada musim ketiga meningkat signifikan dibandingkan Season 1 yang diikuti 137 peserta dan Season 2 sebanyak 616 peserta. Peris.ai menilai peningkatan tersebut mencerminkan tingginya minat generasi muda terhadap kompetisi keamanan siber yang legal, edukatif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Cyber Breaker mengusung konsep cyber esports dengan memadukan live hacking battle, edukasi publik, competitive storytelling, serta pengalaman pertandingan ala esports. Setelah melalui babak penyisihan secara daring, delapan tim terbaik melaju ke fase liga dan playoff, sebelum tiga tim bersaing di babak final secara luring untuk memperebutkan gelar juara.
"Melalui Cyber Breaker Competition Season 3, kami ingin menunjukkan bahwa cybersecurity bisa menjadi ruang yang lebih terbuka, menarik, dan berdampak bagi generasi muda Indonesia. Kami percaya talenta cyber Indonesia memiliki potensi besar, dan tugas kita bersama adalah membuka panggung, membangun ekosistem, serta menghubungkan talenta tersebut dengan kebutuhan industri dan bangsa," kata Head of Cyber Breaker Competition Rheza Dio dalam Grand Final Cyber Breaker Competition Season 3 di Garuda Spark Innovation Hub Jakarta, dikutip pada Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
Jumlah peserta pada musim ketiga meningkat signifikan dibandingkan Season 1 yang diikuti 137 peserta dan Season 2 sebanyak 616 peserta. Peris.ai menilai peningkatan tersebut mencerminkan tingginya minat generasi muda terhadap kompetisi keamanan siber yang legal, edukatif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Cyber Breaker mengusung konsep cyber esports dengan memadukan live hacking battle, edukasi publik, competitive storytelling, serta pengalaman pertandingan ala esports. Setelah melalui babak penyisihan secara daring, delapan tim terbaik melaju ke fase liga dan playoff, sebelum tiga tim bersaing di babak final secara luring untuk memperebutkan gelar juara.
Lihat Juga :