Perusahan Sabun Pakistan Investasi USD15 Juta di Cikarang

Rabu, 28 Maret 2018 - 17:20 WIB
Perusahan Sabun Pakistan...
Perusahan Sabun Pakistan Investasi USD15 Juta di Cikarang
A A A
BEKASI - Pemerintah Pakistan mendorong perusahaan swasta di negaranya untuk berinvestasi di Indonesia. Upaya ini untuk menindaklanjuti kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Pakistan pada Januari 2018 lewat, dan mempererat kerja sama bilateral kedua negara.

"Keberadaan investor Pakistan di Indonesia memang belum terlalu banyak, dengan proyeksi nilainya mencapai 300 juta USD," terang Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Mohammad Aqil Nadeem di PT Indo Sultan Jaya, Kawasan Jababeka, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (28/3/2018).

Meski demikian perusahaan swasta di sana, kini mulai terangsang menanamkan modalnya di Indonesia pasca pertemuan antar dua kepala negara tersebut. Apalagi, hubungan kerja sama antara Indonesia dengan Pakistan sudah terjalin sejak lama.

Dan pertemuan antar dua kepala negara sempat terhenti selama 12 tahun. Sehingga, kata dia, dengan adanya kunjungan Presiden Joko Widodo ke Pakistan beberapa waktu lalu, bisa menumbuhkan semangat kerja sama antar negara. "Indonesia dan Pakistan menjadi negara sahabat sejak lama," ujarnya.

Aqil mengatakan ada beberapa kerja sama yang disepakati pemerintah Indonesia dengan Pakistan. Salah satunya adalah ekspor energi berupa Liquid Natural Gas (LNG) dari Indonesia ke Pakistan dan ekspor beras dari Pakistan ke Indonesia. Untuk itu, kerja sama antar negara ini sangat menguntungkan.

Aqil juga meminta kepada perusahaan swasta asal negaranya untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Sebab sejauh ini, dia tidak pernah mendengar masalah keamanan investasi di Indonesia. "Sejauh ini keamanan berjalan dengan baik, Indonesia sudah maju," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Aqil mengapresiasi pembukaan pabrik sabun PT Indo Sultan Jaya, perusahaan asal Pakistan di Kawasan Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Dia berharap keberadaan perusahaan dengan jaringan 56 negara tersebut, bisa mendorong Investor Pakistan datang ke Indonesia.

Presiden Direktur PT Indo Sultan Jaya, Ahmed Sultan mengatakan nilai investasi pabrik yang dibangunnya mencapai USD15 juta di atas lahan 2 hektare. Menurutnya, latar belakang membangun pabrik pertama di Indonesia karena potensi pasar cukup besar.

Salah satunya sebagai penyandang populasi muslim terbanyak di dunia. "Konsumen di Indonesia mayoritasnya merupakan muslim dan produk kami berangkat dari negara yang sama. Kami juga belum pernah mendengar ada persoalan keamanan berinvestasi di Indonesia," katanya.

Pabrik tersebut akan memproduksi 50.000 ton sabun per tahun yang akan dikemas dengan merk dagang khusus untuk dipasarkan di seluruh Indonesia, mulai 2018. Hasil sabun yang diolahnya itu juga dikirim ke luar negeri hingga 59 negara di dunia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan...
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan Listrik, Soroti Lonjakan Investasi EBT
Bijak Memilih, Berikut...
Bijak Memilih, Berikut Tips Aman Berinvestasi di Aset Digital
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Korban Dugaan Investasi...
Korban Dugaan Investasi Bodong Tanyakan Kelanjutan Kasusnya ke OJK
Penipuan Investasi Bodong...
Penipuan Investasi Bodong Dengan Kedok Investasi Beras
Thong Guan Industries...
Thong Guan Industries Bhd Investasi di KIT Batang Jawa Tengah
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
2 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
3 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
3 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
3 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved