IHSG Pagi Dibuka Menguat Saat Bursa Asia Mixed
Rabu, 04 April 2018 - 09:59 WIB
IHSG Pagi Dibuka Menguat Saat Bursa Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (4/4/2018) dibuka menguat saat bursa Asia cenderung bergerak mixed. IHSG sesi pembukaan meningkat 11,97 poin atau 0,19% ke level 6.240,98.
Sementara pada perdagangan kemarin, berakhir turun 0,19% yang setara dengan 11,56 poin di posisi 6.229,01. Raihan negatif hingga perdagangan sore kemarin melengkapi tren negatif bursa saham Tanah Air pada hari kedua awal pekan di bulan April.
Di sisi lain pada pagi ini, sektor saham dalam negeri terlihat mayoritas berada dalam jalur positif dipimpin kenaikan tertinggi sektor pertambangan lewat kenaikan sebesar 0,77%. Sedangkan sektor aneka industri yang melemah hingga 1,04% menjadi satu-satunya yang berada dalam zona merah.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp23,22 miliar dengan 6,19 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing hingga mendekati pukul 10.00 WIB sebesar minus Rp226,57 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,09 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp869,45 miliar. Tercatat 204 saham naik, 63 saham turun dan 194 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) naik Rp8 atau 11,27% ke Rp79, saham PT Golden Plantation Tbk (GOLL) naik Rp12 atau 9,09% ke Rp144, dan saham PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) naik Rp16 atau 6,25% ke Rp272.
Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain saham PT Budi Starch an Sweetener Tbk (BUDI) turun Rp10 atau 5,95% ke Rp158, saham PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) turun Rp10 atau 4,59% ke Rp208, dan saham PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) turun Rp4 atau 1,74% ke Rp225.
Seperti dilansir CNBC, saham Asia diperdagangkan bervariasi pada perdagangan Rabu karena pantulan semalam di Wall Street terhenti. Kekhawatiran baru-baru ini atas ketegangan perdagangan masih bertahan di tengah hubungan memanas China dan AS yang bakal memasuki babak baru.
Nikkei 225 Jepang tergelincir 0,1% dan indeks Topix turun 0,13%. Saham produsen mobil diperdagangkan lebih tinggi sementara saham perbankan berada di bawah tekanan. Di tempat lain, indeks Kospi Korea Selatan merosot 0,31% terbebani oleh penurunan sektor teknologi ketika Samsung Electronics kehilangan 0,96%.
Pada daratan China, di antara indeks Hang Seng, Hong Kong justru bertambah 0,27% ditopang oleh membaiknya data daya beli konsumen. Komposit Shanghai juga meningkat 0,64% dan komposit Shenzhen yang lebih kecil naik 0,4%.
Sementara pada perdagangan kemarin, berakhir turun 0,19% yang setara dengan 11,56 poin di posisi 6.229,01. Raihan negatif hingga perdagangan sore kemarin melengkapi tren negatif bursa saham Tanah Air pada hari kedua awal pekan di bulan April.
Di sisi lain pada pagi ini, sektor saham dalam negeri terlihat mayoritas berada dalam jalur positif dipimpin kenaikan tertinggi sektor pertambangan lewat kenaikan sebesar 0,77%. Sedangkan sektor aneka industri yang melemah hingga 1,04% menjadi satu-satunya yang berada dalam zona merah.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp23,22 miliar dengan 6,19 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing hingga mendekati pukul 10.00 WIB sebesar minus Rp226,57 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,09 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp869,45 miliar. Tercatat 204 saham naik, 63 saham turun dan 194 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) naik Rp8 atau 11,27% ke Rp79, saham PT Golden Plantation Tbk (GOLL) naik Rp12 atau 9,09% ke Rp144, dan saham PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) naik Rp16 atau 6,25% ke Rp272.
Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain saham PT Budi Starch an Sweetener Tbk (BUDI) turun Rp10 atau 5,95% ke Rp158, saham PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) turun Rp10 atau 4,59% ke Rp208, dan saham PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) turun Rp4 atau 1,74% ke Rp225.
Seperti dilansir CNBC, saham Asia diperdagangkan bervariasi pada perdagangan Rabu karena pantulan semalam di Wall Street terhenti. Kekhawatiran baru-baru ini atas ketegangan perdagangan masih bertahan di tengah hubungan memanas China dan AS yang bakal memasuki babak baru.
Nikkei 225 Jepang tergelincir 0,1% dan indeks Topix turun 0,13%. Saham produsen mobil diperdagangkan lebih tinggi sementara saham perbankan berada di bawah tekanan. Di tempat lain, indeks Kospi Korea Selatan merosot 0,31% terbebani oleh penurunan sektor teknologi ketika Samsung Electronics kehilangan 0,96%.
Pada daratan China, di antara indeks Hang Seng, Hong Kong justru bertambah 0,27% ditopang oleh membaiknya data daya beli konsumen. Komposit Shanghai juga meningkat 0,64% dan komposit Shenzhen yang lebih kecil naik 0,4%.
(akr)
Lihat Juga :