Program Pemberian NIK Kunci Keberhasilan Reformasi Koperasi

Kamis, 12 April 2018 - 15:38 WIB
Program Pemberian NIK...
Program Pemberian NIK Kunci Keberhasilan Reformasi Koperasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) meyakini program pemberian Nomor Induk Koperasi (NIK) menjadi kunci keberhasilan reformasi total koperasi. Sebab, program itu akan mendukung tahap rehabilitasi koperasi di Indonesia.

Kepala Bagian Data, Biro Perencanaan Kemenkop UKM Catur Susanto mengatakan, program NIK dilatarbelakangi oleh keinginan pemerintah untuk menyusun sistem pendataan koperasi nasional yang memungkinkan koperasi dapat memiliki lebih dari satu identitas.

"Melalui Program Reformasi Total Koperasi, salah satu tahapannya yaitu Rehabilitasi Koperasi yang pada hakikatnya adalah penataan data koperasi, maka secara operasional telah digulirkan dengan program Pemberian Nomor Induk Koperasi (NIK)," kata Catur kepada pers di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Menurut Catur, dengan pemberian NIK terhadap koperasi maka hal itu akan memberikan manfaat baik bagi koperasi maupun pemerintah. Secara substansial dan mendasar penerbitan NIK-Koperasi mempunyai tiga fungsi yakni konfirmasi, klarisifikasi, dan kolaborasi.

"Nomor Induk Koperasi (NIK) merupakan alat konfirmasi status koperasi dalam rangka sinkronisasi data koperasi aktif dari database sebagai indikasi aktif dengan data koperasi yang ada di lapangan," kata dia.

NIK tersebut menurutnya akan dapat mempermudah dan mengidentifikasi serta mendeteksi koperasi secara dini, apakah status badan hukum dan status koperasi, baik sisi kelembagaan maupun sisi usaha masih aktif. Catur menambahkan, secara implementasi hal ini telah dijabarkan melalui Online Data system (ODS) Koperasi yang melibatkan pengelola data pada Dinas yang membidangi koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia.

Melalui NIK pula kemudian dapat diusulkan koperasi yang akan dibubarkan karena teridentifikasi telah lama tidak aktif. Saat ini didapatkan jumlah koperasi aktif sebanyak 149.742 unit. Dari jumlah itu sebanyak 21.842 unit koperasi telah bersertifikat NIK yang di dalamnya memuat profil koperasi, indikator kelembagaan, dan indikator keuangan koperasi.

Di sisi lain, Catur menambahkan, NIK merupakan alat klarifikasi keberadaan serta eksistensi koperasi yang telah dinyatakan aktif baik dari sisi database maupun di lapangan.

"NIK akan membantu memberikan gambaran dan deskripsi koperasi secara lebih detail tentang identitas koperasi, alamat lengkap koperasi, indikator kelembagaan, serta indikator usaha, dan keuangan koperasi," kata dia.

Catur mengatakan, NIK juga berfungsi sebagai alat kolaborasi data serta mengintegrasikan data koperasi dengan data lain yang relevan dan terkait melalui sinergi dengan kementerian/lembaga. "Hal ini akan lebih memudahkan dalam melakukan checking terhadap koperasi sehingga memperoleh tingkat akurasi dan validitas data koperasi secara lebih baik," katanya.

Karena itu, dia mengimbau koperasi yang belum mempunyai NIK atau koperasi yang belum terdaftar, atau pun koperasi yang namanya tidak sesuai seperti dalam nik.depkop.go.id agar segera mendaftar atau menghubungi dinas yang membidangi koperasi dan UMKM di wilayahnya masing-masing.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkop UKM Tekankan...
Menkop UKM Tekankan Pertumbuhan Usaha Mikro Tak Boleh Stagnan
Kemenkop UMKM Berikan...
Kemenkop UMKM Berikan Standardisasi dan Sertifikasi Gratis bagi Produk KUMKM
Showcase Produk Lokal...
Showcase Produk Lokal Dorong Semangat Inovasi Pelaku UKM
Kemenkop UKM Sebut Realisasi...
Kemenkop UKM Sebut Realisasi Penyaluran KUR Capai Rp244,87 Triliun
Lindungi UMKM dari Jeratan...
Lindungi UMKM dari Jeratan Hukum Saat Pandemi, Teten Beri Konsultasi Gratis
Menkop UKM: Kebanyakan...
Menkop UKM: Kebanyakan UMKM Belum Punya Infrastruktur Digital
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
11 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved