Ada Perang Dagang, Ekspor Indonesia ke AS Justru Meningkat

Senin, 16 April 2018 - 15:57 WIB
Ada Perang Dagang, Ekspor...
Ada Perang Dagang, Ekspor Indonesia ke AS Justru Meningkat
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) pada Maret 2018 mengalami peningkatan signifikan. Pada periode Maret 2018, ekspor Indonesia ke AS mencapai USD1,66 miliar atau meningkat 21,2% dibanding Februari 2018.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, komoditas yang mengalami peningkatan cukup tajam untuk ekspor ke Negeri Paman Sam adalah alas kaki, naik 46,07%, barang rajutan naik 26,29%, besi dan baja yang mengalami peningkatan dari USD2,13 juta menjadi USD35 juta.

"Untuk ekspor ke AS, ada pertambahan (nilai ekspor) USD303,8 juta. Ekspor ke AS pada Februari itu USD1,37 miliar, kemudian pada Maret 2018 meningkat 21,2% menjadi USD1,66 miliar," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Menurutnya, peningkatan ekspor Indonesia ke AS membuktikan bahwa perang dagang yang terjadi antara AS dan China tidak terlalu berpengaruh ke Indonesia. Sebab, AS menetapkan bea masuk untuk besi dan baja dari China, namun ekspor besi dan baja Indonesia justru naik signifikan.

"Memang kesimpulannya terlalu cepat kalau sekarang. Tapi sekadar gambaran, AS menetapkan bea masuk untuk besi dan baja dari China. Tapi di Maret justru ekspor besi dan baja kita meningkat dari USD2,13 juta menjadi USD35 juta," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, BPS merilis nilai ekspor Indonesia pada Maret 2018 sebesar USD15,58 miliar. Posisi ini meningkat 10,24% dibanding Februari 2018, dan naik 6,14% dibanding Maret 2017.

Suhariyanto mengatakan, kenaikan ekspor ini terjadi karena adanya kenaikan ekspor nonmigas sebesar 11,77%. Sementara ekspor migas mengalami penurunan sekitar -3,8%.

"Kalau dibedah lebih dalam, penurunan ekspor migas pada Maret ini disebabkan adanya kenaikan ekspor minyak mentah dan hasil minyak, sementara yang menurun adalah ekspor gasnya. Jadi gambaran pada Maret menggembirakan. Naik 6,14% dibanding Maret 2017," katanya.

Jika dilihat menurut sektornya, sambung dia, nilai ekspor pada Maret 2018 ini yang mengalami penurunan adalah ekspor migas yaitu turun 3,81%. Hal ini terjadi karena nilai ekspor gas turun, sedangkan nilai ekspor hasil minyak naik 11,92%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Meski Impor Meningkat,...
Meski Impor Meningkat, Neraca Dagang Surplus USD1,57 Miliar
Catat Impor Rp231,3...
Catat Impor Rp231,3 Triliun, Neraca Dagang RI Surplus Rp81,3 Triliun
Tumbuh 53 Persen, Oktober...
Tumbuh 53 Persen, Oktober 2021 Ekspor RI Capai Rp312 Triliun
Neraca Dagang RI Surplus...
Neraca Dagang RI Surplus USD3,31 Miliar di Desember 2023
Neraca Dagang Surplus,...
Neraca Dagang Surplus, Terselamatkan Penurunan Impor
Nilai Ekspor RI di Januari...
Nilai Ekspor RI di Januari 2026 Capai USD22,16 Miliar, Naik 3,39 Persen
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
32 menit yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
1 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
2 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
4 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved