IHSG Dibuka Memerah Iringi Pergerakan Mixed Bursa Asia
Senin, 23 April 2018 - 09:25 WIB
IHSG Dibuka Memerah Iringi Pergerakan Mixed Bursa Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (23/4/2018) dibuka tergelincir ke zona merah untuk mengiringi pergerakan mixed bursa Asia. Bursa saham Tanah Air pagi ini melemah 9,11 poin atau 0,14% ke level 6.328,58.
Sementara pada perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG melemah sebesar 18,21 poin atau 0,29% ke level 6.337,70. Pada sesi pagi hari ini sektor saham dalan negeri terlihat kebanyakan berada di zona merah.
Pelemahan terdalam terjadi pada sektor saham keuangan yang kehilangan 0,67% diikuti pelemahan aneka industri sebesar 0,29%. Sementara hasil positif ditunjukkan perkebunan dan properti yang masing-masing bertambah 0.26% serta 0,20%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp23 miliar dengan 12 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp37,69 juta dengan aksi jual asing sebesar Rp10,85 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp10,81 miliar. Tercatat 18 saham naik, 15 saham turun dan 11 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) naik Rp100 menjadi Rp11.100, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) bertambah Rp75 menjadi Rp10.200 dan Petrosea Tbk. (PTRO) meningkat Rp60 ke posisi Rp2.470.
Saham lainnya yang melemah yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp300 menjadi Rp75.500, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) menyusut Rp100 ke posisi Rp8.300 dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) jatuh Rp75 menjadi Rp5.700.
Dilansir CNBC, pergerakan bursa saham Asia hari ini sedikit bervariasi lantaran investor mengawasi kenaikan obligasi Amerika Serikat (AS). Ditambah penurunan saham teknologi di bursa AS masih jadi perhatian serius para pelaku pasar.
Indeks Nikkei Jepang melemah 0,13% atau kehilangan mencapai 29,06 poin atau setara dengan 22.133,18 sedangkan indeks Topix melayang lebih tinggi sebesar 0,15%. Di antaranya semua sektor, perusahaan suransi, bank dan ekspedisi diperdagangkan pada wiliyah positif saat di sisi lain teknologi bergerak mixed.
Di tempat lain, Kospi turun mencapai 3,72 poin atau 0,15% menjadi 2.472,61 terseret penurunan saham produsen mobil, ritel sementara produsen baja justru menanjak naik. Bursa saham Australia ASX 200 memperlihatkan tren positif lewat kenaikan 0,33% dipimpin penguatan subindeks keuangan.
Pasar saham China yang lebih besar juga melompat cukup tinggi dengan komposit Shanghai menanjak 0,32% dan komposit Shenzhen bertambah mencapai sebesar 0,38%. Sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong bergerak mendatar saat keuntungan sektor keuangan dan material tertahan kerugian oleh sektor teknologi.
Hang Seng, terpeleset 0,19% di awal perdagangan saat kebanyakan kinerja wilayah Asia mengikuti penurunan indeks saham AS pada hari Jumat di tengah penurunan saham Apple, yang mendorong sektor teknologi lebih rendah. Apple jatuh 4,1% menyusul catatan Morgan Stanley yang mengatakan penjualan iPhone pada kuartal ini akan kehilangan ekspektasi.
Sementara pada perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG melemah sebesar 18,21 poin atau 0,29% ke level 6.337,70. Pada sesi pagi hari ini sektor saham dalan negeri terlihat kebanyakan berada di zona merah.
Pelemahan terdalam terjadi pada sektor saham keuangan yang kehilangan 0,67% diikuti pelemahan aneka industri sebesar 0,29%. Sementara hasil positif ditunjukkan perkebunan dan properti yang masing-masing bertambah 0.26% serta 0,20%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp23 miliar dengan 12 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp37,69 juta dengan aksi jual asing sebesar Rp10,85 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp10,81 miliar. Tercatat 18 saham naik, 15 saham turun dan 11 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) naik Rp100 menjadi Rp11.100, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) bertambah Rp75 menjadi Rp10.200 dan Petrosea Tbk. (PTRO) meningkat Rp60 ke posisi Rp2.470.
Saham lainnya yang melemah yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp300 menjadi Rp75.500, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) menyusut Rp100 ke posisi Rp8.300 dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) jatuh Rp75 menjadi Rp5.700.
Dilansir CNBC, pergerakan bursa saham Asia hari ini sedikit bervariasi lantaran investor mengawasi kenaikan obligasi Amerika Serikat (AS). Ditambah penurunan saham teknologi di bursa AS masih jadi perhatian serius para pelaku pasar.
Indeks Nikkei Jepang melemah 0,13% atau kehilangan mencapai 29,06 poin atau setara dengan 22.133,18 sedangkan indeks Topix melayang lebih tinggi sebesar 0,15%. Di antaranya semua sektor, perusahaan suransi, bank dan ekspedisi diperdagangkan pada wiliyah positif saat di sisi lain teknologi bergerak mixed.
Di tempat lain, Kospi turun mencapai 3,72 poin atau 0,15% menjadi 2.472,61 terseret penurunan saham produsen mobil, ritel sementara produsen baja justru menanjak naik. Bursa saham Australia ASX 200 memperlihatkan tren positif lewat kenaikan 0,33% dipimpin penguatan subindeks keuangan.
Pasar saham China yang lebih besar juga melompat cukup tinggi dengan komposit Shanghai menanjak 0,32% dan komposit Shenzhen bertambah mencapai sebesar 0,38%. Sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong bergerak mendatar saat keuntungan sektor keuangan dan material tertahan kerugian oleh sektor teknologi.
Hang Seng, terpeleset 0,19% di awal perdagangan saat kebanyakan kinerja wilayah Asia mengikuti penurunan indeks saham AS pada hari Jumat di tengah penurunan saham Apple, yang mendorong sektor teknologi lebih rendah. Apple jatuh 4,1% menyusul catatan Morgan Stanley yang mengatakan penjualan iPhone pada kuartal ini akan kehilangan ekspektasi.
(akr)
Lihat Juga :