IHSG Sesi Pagi Dibuka Merayap Naik, Bursa Asia Mixed
Kamis, 26 April 2018 - 09:31 WIB
IHSG Sesi Pagi Dibuka Merayap Naik, Bursa Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Kamis (26/4/2017) dibuka merayap ke zona hijau dengan tambahan 4,03 poin atau 0,07% ke level 6.083,8. Kenaikan tipis bursa saham Tanah Air mengiringi pasar saham Asia yang bergerak mixed.
Pada perdagangan kemarin, IHSG berakhir meluncur lebih rendah 149,78 poin atau 2,40% ke level 6.079,85. Anjloknya indeks dipicu oleh tren melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sehingga memicu aksi jual saham
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp33 miliar dengan 10 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp9,32 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp24,19 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp14,86 miliar. Tercatat 18 saham naik, 10 turun dan 17 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp200 menjadi Rp71.000, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) bertambah Rp450 menjadi Rp46.450 dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) meningkat Rp325 ke posisi Rp10.775.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turun Rp125 ke level Rp8.100, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)menyusut Rp125 menjadi Rp7.025 serta PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) berkurang Rp100 menjadi Rp18.000.
Dilansir CNBC hari ini, Pasar Asia sebagian besar naik di awal perdagangan pada Kamis, sementara beberapa lainnya masih tertekan. Hal ini menjadi sinyal mengikuti kenaikan moderat Wall Street, di mana Dow Jones berakhir lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam enam sesi.
Indeks Nikkei Jepang bertambah sedikit hanya 0,42%, sedangkan Topix diperdagangkan mendekati mendatar. Di seberang Selat Korea, indeks Kospi juga meningkat sebesar 0,45%. Lain halnya dengan bursa utama Australia yang bergerak flat terseret sektor keuangan dengan penurunan 0,55% serta kejatuhan saham perbankan utama.
Pada perdagangan kemarin, IHSG berakhir meluncur lebih rendah 149,78 poin atau 2,40% ke level 6.079,85. Anjloknya indeks dipicu oleh tren melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sehingga memicu aksi jual saham
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp33 miliar dengan 10 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp9,32 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp24,19 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp14,86 miliar. Tercatat 18 saham naik, 10 turun dan 17 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp200 menjadi Rp71.000, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) bertambah Rp450 menjadi Rp46.450 dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) meningkat Rp325 ke posisi Rp10.775.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turun Rp125 ke level Rp8.100, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)menyusut Rp125 menjadi Rp7.025 serta PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) berkurang Rp100 menjadi Rp18.000.
Dilansir CNBC hari ini, Pasar Asia sebagian besar naik di awal perdagangan pada Kamis, sementara beberapa lainnya masih tertekan. Hal ini menjadi sinyal mengikuti kenaikan moderat Wall Street, di mana Dow Jones berakhir lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam enam sesi.
Indeks Nikkei Jepang bertambah sedikit hanya 0,42%, sedangkan Topix diperdagangkan mendekati mendatar. Di seberang Selat Korea, indeks Kospi juga meningkat sebesar 0,45%. Lain halnya dengan bursa utama Australia yang bergerak flat terseret sektor keuangan dengan penurunan 0,55% serta kejatuhan saham perbankan utama.
(akr)
Lihat Juga :