USD Meroket Bikin Rupiah Masih Tertekan di Sesi Pagi
Kamis, 26 April 2018 - 10:37 WIB
USD Meroket Bikin Rupiah Masih Tertekan di Sesi Pagi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan menjelang akhir pekan, Kamis (26/4/2018) dibuka masih terkapar, meski terlihat sinyal untuk mencoba pulih. Kejatuhan mata uang Garuda masih berlanjut di tengah lonjakan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.930/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah semakin memburuk dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.888/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, pada sesi pembukaan berada di level Rp13.919/USD atau naik tipis dari posisi perdagangan kemarin Rp13.921/USD. Pergerakan harian rupiah pada awal perdagangan ada di kisaran Rp13.919-Rp13.940/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada awal sesi bertengger di posisi Rp13.910/USD atau berangsur pulih sebesar delapan poin dari posisi penutupan sebelumnya Rp13.918/USD. Rupiah pada pagi hari ini bergerak pada kisaran level Rp13.908-Rp13.930/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah di awal perdagangan hari ini menyusut ke level Rp13.928/USD atau tidak lebih baik dari pergerakan sebelumnya.
Seperti dilansir Reuters, USD diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam tiga setengah bulan terhadap mata uang utama lainnya, didukung oleh meningkatnya imbal hasil obligasi AS. Indeks USD versus beberapa mata uang utama berada di posisi 91.181 saat hari sebelumnya melesat ke 91.261 pada Rabu, atau level terkuatnya sejak 12 Januari.
Indeks dolar telah maju lebih dari 0,9% sepanjang pekan ini, menempatkannya di jalur untuk kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari dua bulan. Sementara Euro naik tipis 0,1% menjadi 1,2177 tetapi masih dalam jarak dekat dua bulan terendah 1,2160 yang ditetapkan pada hari Rabu, kemarin.
Terhadap yen, dolar melemah 0,1% menjadi 109,38. Sebelumnya mata uang AS menyentuh level tertinggi dua setangah bulan di posisi 109,49 terhadap Yen Jepang. Dolar telah memperoleh tambahan hampir 2,9% terhadap yen sejauh ini pada bulan April, menempatkannya di jalur untuk kenaikan bulanan terbesar sejak November 2016.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.930/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah semakin memburuk dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.888/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, pada sesi pembukaan berada di level Rp13.919/USD atau naik tipis dari posisi perdagangan kemarin Rp13.921/USD. Pergerakan harian rupiah pada awal perdagangan ada di kisaran Rp13.919-Rp13.940/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada awal sesi bertengger di posisi Rp13.910/USD atau berangsur pulih sebesar delapan poin dari posisi penutupan sebelumnya Rp13.918/USD. Rupiah pada pagi hari ini bergerak pada kisaran level Rp13.908-Rp13.930/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah di awal perdagangan hari ini menyusut ke level Rp13.928/USD atau tidak lebih baik dari pergerakan sebelumnya.
Seperti dilansir Reuters, USD diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam tiga setengah bulan terhadap mata uang utama lainnya, didukung oleh meningkatnya imbal hasil obligasi AS. Indeks USD versus beberapa mata uang utama berada di posisi 91.181 saat hari sebelumnya melesat ke 91.261 pada Rabu, atau level terkuatnya sejak 12 Januari.
Indeks dolar telah maju lebih dari 0,9% sepanjang pekan ini, menempatkannya di jalur untuk kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari dua bulan. Sementara Euro naik tipis 0,1% menjadi 1,2177 tetapi masih dalam jarak dekat dua bulan terendah 1,2160 yang ditetapkan pada hari Rabu, kemarin.
Terhadap yen, dolar melemah 0,1% menjadi 109,38. Sebelumnya mata uang AS menyentuh level tertinggi dua setangah bulan di posisi 109,49 terhadap Yen Jepang. Dolar telah memperoleh tambahan hampir 2,9% terhadap yen sejauh ini pada bulan April, menempatkannya di jalur untuk kenaikan bulanan terbesar sejak November 2016.
(akr)