Rupiah Dibuka Berangsur Pulih, USD Dekati Level Tertinggi

Jum'at, 27 April 2018 - 10:19 WIB
Rupiah Dibuka Berangsur...
Rupiah Dibuka Berangsur Pulih, USD Dekati Level Tertinggi
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Jumat (27/4/2018) dibuka berangsur mulai membaik hingga meninggalkan level Rp13.900/USD. Pulihnya mata uang Garuda terjadi saat dolar masih kokoh bertahan mendekati level tertinggi dalam tiga setengah bulan.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.879/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.930/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, pada sesi pembukaan berada di level Rp13.875/USD atau berbalik menanjak dari posisi perdagangan kemarin Rp13.891/USD. Pergerakan harian rupiah pada awal perdagangan ada di kisaran Rp13.875-Rp13.897/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga memperlihatkan perbaikan di awal sesi untuk sedikit membaik ke level Rp13.891/USD dan menjadi sinyal positif. Posisi tersebut semakin lebih baik dari kemarin Rp13.920/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi berada pada posisi Rp13.895/USD atau tergelincir dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.885/USD. Pergerakan harian rupiah di akhir pekan berada pada level Rp13.867-Rp13.895/USD.

Sementara seperti dilansir Reuters, dolar bertahan di dekat level tertinggi tiga setengah bulan terhadap beberapa mata uang utama pada perdagangan, Jumat terimbas lonjakan imbal hasil obligasi AS. Di sisi lain euro terhambat oleh oleh nada dovish dari Bank Sentral Eropa.

Indeks dolar terhadap enam mata uang utama mencapai posisi tertinggi 91.639, atau menjadi level terkuatnya sejak pertengahan Januari karena investor telah melakukan pemanasan terhadap greenback berkat imbal hasil Treasury yang menarik.

Awal tahun ini, korelasi antara imbal hasil AS dan dolar turun karena investor lebih fokus pada friksi perdagangan dan masalah geopolitik, ketika sebagian besar mata uang didorong oleh tweet-tweet Trump daripada data dan hasil ekonomi.

Tetapi sejauh minggu ini, kekhawatiran atas ketegangan perdagangan AS-China telah surut, sehingga pasar telah mengalihkan perhatian mereka ke tingkat suku bunga. Tercatat euro jatuh ke posisi 1,20965 saat berhadapan dengan USD dibandingkan sesi sebelumnya, atau level terendah sejak 12 Januari.

Dolar sedikit berubah terhadap Yen Jepang menjadi 109,33 setelah naik ke level tertinggi dua setengah bulan di level 109,49 yen pada awal pekan. Sepanjang minggu ini, USD telah mencetak kenaikan sebesar 1,5%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
9 menit yang lalu
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
25 menit yang lalu
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
55 menit yang lalu
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
10 jam yang lalu
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
10 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
10 jam yang lalu
Infografis
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved