Rupiah Ditutup Terkoreksi, Euro Bangkit Dari Posisi Terendah

Kamis, 03 Mei 2018 - 17:23 WIB
Rupiah Ditutup Terkoreksi,...
Rupiah Ditutup Terkoreksi, Euro Bangkit Dari Posisi Terendah
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berakhir sedikit terkoreksi pada sesi sore perdagangan, Kamis (3/5/2018) untuk perlahan menjauhi level Rp14.000/USD. Sinyal positif mata uang Garuda mengiringi kebangkitan euro dari posisi terendah empat bulan saat penguatan dolar tertahan setelah pertemuan The Fed.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hingga perdagangan sore berada pada level Rp13.935/USD atau menanjak naik saat berhadapan dengan dolar dibanding penutupan sebelumnya Rp13.945/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada kisaran Rp13.932-Rp13.973/USD.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah bertengger ke posisi Rp13.939/USD atau sedikit lebih baik dari penutupan kemarin Rp13.948/USD. Pergerakan harian rupiah berada di level Rp13.939-Rp13.977/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan pada tren pelemahan di level Rp13.965/USD. Posisi ini menunjukkan kejatuhan rupiah dibandingkan posisi penutupan tengah pekan kemarin Rp13.936/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini justru meningkat tipis ke posisi Rp13.935/USD untuk mencoba meninggalkan zona merah. Posisi ini berangsur membaik dibandingkan sebelumnya Rp13.960/USD.

Dilansir Reuters, Euro naik dari posisi terendah empat bulan pada Kamis karena reli dolar baru-baru ini terhenti setelah Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika Serikat tidak banyak mengubah ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini. Ekspektasi kenaikan tarif yang lebih cepat,telah mengirim greenback ke level terkuatnya sejak pertengahan Januari.

Namun the Fed mempertahankan acuan suku bunga pinjaman dalam kisaran target antara 1,50% dan 1,75% seperti yang telah banyak diperkirakan sebelumnya. Pada pasar mata uang, tercatat indeks dolar hari ini terhadap beberapa mata uang utama cenderung mendatar.

Euro meningkat 0,3% menjadi 1,1983 terhadap USD setelah sempat menyentuh posisi terendah 1,1938 pada perdagangan kemarin. Dolar telah didukung dalam beberapa pekan terakhir oleh prospek ekonomi AS yang kuat dan meningkatnya imbal hasil obligasi.

Pada perdagangan hari ini dolar melemah 0,1% menjadi 109,68 saat berhadapan dengan Yen Jepang dari posisi tertinggi dalam tiga bulan sebelumnya di level 110,05. Mata uang terkait komoditas seperti dolar Kanada dan Australia naik tajam, dimana sesi terakhir menanjak 0,4% menjadi 0,7523.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
7 jam yang lalu
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
7 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
7 jam yang lalu
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
8 jam yang lalu
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
8 jam yang lalu
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
8 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved