UMKM Go Public Harus Didukung Semua Lini

Jum'at, 04 Mei 2018 - 12:00 WIB
UMKM Go Public Harus...
UMKM Go Public Harus Didukung Semua Lini
A A A
JAKARTA - Pakar ekonomi Universitas Surabaya (Ubaya) Bambang Budiarto menilai tumbuh kembang UMKM butuh dukungan dari berbagai kalangan. Dukungan kepada UMKM di antaranya dengan membuka jalan untuk pemasaran online, kemudahan perizinan, dan kesempatan untuk go public. "UMKM harus mendapat support dari semua lini," ungkapnya, Kamis (3/5/2018).

Sejauh ini, menurut Bambang, belum banyak UMKM yang bisa go public. Rumitnya persyaratan yang harus dipenuhi menyebabkan UMKM belum mampu masuk ke bursa saham. "Tidak banyak UMKM yang go public karena persyaratan yang diterapkan atas aset yang dimiliki UMKM," tutur Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Surabaya itu.

Saat ini perusahaan kecil yang akan melakukan initial public offering (IPO) harus memiliki aset minimal Rp5 miliar dan sudah beroperasi minimal 12 bulan. Meski begitu, lanjut Bambang, yang terpenting adalah kesiapan para UMKM itu sendiri. Menurutnya, UMKM harus memiliki kualitas baik dan mampu menjaga citra positif agar bisa naik kelas. "Kesempatan UMKM melantai di pasar bursa tentu berdasar pada kesehatan dan prospek serta dukungan yang berkelanjutan untuk UMKM," imbuhnya.

Sebelumnya Ketua Umum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengungkapkan gagasannya mengenai kesempatan UMKM masuk pasar modal melalui akun Twitter-nya @Hary_Tanoe. Dia berharap pasar modal memberikan ruang untuk UMKM go public agar cepat berkembang. Dengan begitu UMKM bisa berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, saat ini saja UMKM mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 114 juta orang pada hampir 58 juta unit usaha. Dari tenaga kerja sekitar 117,68 juta orang, 96,87% bekerja di sektor UMKM dengan sumbangan terhadap PDB sebesar 60,34%.

Selain itu HT mendorong perusahaan-perusahaan dari berbagai skala untuk menjual dan mencatatkan sahamnya di BEI. Tujuannya menciptakan investasi sebanyak-banyaknya yang dibutuhkan untuk membangun ekonomi Indonesia. Apalagi penciptaan lapangan kerja sangat dibutuhkan di tengah laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang sangat pesat dan mayoritas berusia muda.

Sementara itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga perlu memberi jalan bagi UMKM untuk go public. "Kalau misalnya ada pengecualian, maka akan mudah UMKM masuk bursa untuk menjalankan IPO," papar Direktur Program Magister Sains Manajemen Unair, Rahmat Setiawan, Kamis (3/5/2018).

Hal tersebut disampaikan untuk menanggapi gagasan HT yang mendorong UMKM bisa go public. Dia mengatakan apa yang diusulkan HT benar sehingga OJK sebagai otoritas pasar modal memberikan pengecualian persyaratan bagi UMKM yang ingin masuk bursa. Jika tidak ada pengecualian itu, wacana UMKM masuk pasar modal akan sulit terjadi.

Di sisi lain harus ada penjamin yang bisa membantu untuk menjaga harga saham tetap likuid agar investor tertarik untuk melakukan transaksi saham berbasis UMKM. Dia juga menjelaskan bahwa sampai saat ini masih banyak pandangan skeptis dan adanya kekhawatiran sepi transaksi bila UMKM go public.

Menepis kekhawatiran tersebut, Rahmat berharap segala lini dapat mengubah mindset tersebut agar UMKM dapat diberi kesempatan untuk melantai di pasar modal sehingga UMKM dapat tumbuh lebih cepat. Dia mengatakan agar cara pandangnya harus diubah. "Jangan menjadi besar dan menghasilkan keuntungan dulu, baru masuk pasar modal. Namun harus masuk pasar modal dulu agar tumbuh menjadi besar dan menguntungkan," ujarnya.

Hal tersebut pun sudah dipraktikkan di negara lain yang sudah maju seperti di Amerika Serikat dan China.
(amm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pasar Modal Jadi Alternatif...
Pasar Modal Jadi Alternatif Pendanaan UMKM
4 Kunci yang Mendorong...
4 Kunci yang Mendorong UMKM Agar Tembus Pasar Global
Literasi Investasi Saham...
Literasi Investasi Saham Berbasis Syariah
Pembukaan Perdagangan...
Pembukaan Perdagangan Dalam Rangka HUT ke-47 Pasar Modal Indonesia
Program Pemerintah Memaksimalkan...
Program Pemerintah Memaksimalkan Potensi Pasar Domestik
Penghimpunan Dana di...
Penghimpunan Dana di Pasar Modal pada Juni 2023 Sebesar Rp154,13 Triliun
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
24 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
9 Julukan Bulan Suci...
9 Julukan Bulan Suci Ramadan, Penghulu Semua Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved