Pinjaman Fintech Diperkirakan Capai USD150 Miliar di 2027

Senin, 07 Mei 2018 - 16:50 WIB
Pinjaman Fintech Diperkirakan...
Pinjaman Fintech Diperkirakan Capai USD150 Miliar di 2027
A A A
JAKARTA - Salah satu lembaga keuangan terbesar di dunia, Morgan Stanley memperkirakan pada tahun 2027 pembayaran dan pinjaman fintech akan mencapai USD150 miliar. Morgan Stanley juga memperkirakan industri digital akan meroket di Indonesia.

Head of Indonesia Research di Morgan Stanley Mulya Chandra mengatakan, Indonesia diperkirakan memiliki nilai ekonomi sebesar USD2,7 triliun dengan kapitalisasi pasar sebesar USD1,5 triliun pada tahun 2027. Hal tersebut digitalisasi kemungkinan akan menjadi faktor kunci naiknya nilai ekonomi Indonesia.

"Digitalisasi melalui tiga pilar utamanya yaitu e-commerce, e-money serta fintech diproyeksikan akan menjadi faktor utama dalam membuka potensi tersebut, tetapi perkembangan sektor ini dalam waktu dekat akan menimbulkan risiko disrupsi bagi sistem ekonomi tradisional," ujar Mulya saat eksklusif media roundtable di Jakarta, Senin (7/5/2018).

Secara keseluruhan, persentase penjualan e-commerce akan mencapai 19% dari total aktivitas ritel pada tahun 2027. Sedangkan e-money akan mencapai 24% dari total transaksi pada tahun 2027 atau naik dari sebelumnya hanya sekitar 2% pada tahun 2017. "Lalu fintech akan melayani 44% dari total populasi orang yang tidak memiliki rekening bank," kataya.

Dia juga menuturkan, fintech Indonesia diperkirakan akan mendisrupsi dominasi perbankan industri keuangan. Meskipun banyak pihak menilai tingkat kemajuan digital di Indonesia relatif rendah dibandingkan dengan negara lain, namun ada momentum besar di sektor ini melalui pembangunan infrastruktur digital yang akan menopang kemajuan perekonomian digital Indonesia.

"Meningkatnya investasi di bidang infrastruktur, termasuk jalan dan telepon merupakan bagian dari upaya mendorong konektivitas," imbuh Mulya. Bahkan, sambung dia, tantangan dalam pengiriman barang atau jasa telah bisa diatasi menggunakan tekonologi digital misalnya layanan GO-JEK untuk mengirimkan paket.

Investasi dalam jumlah besar mengalir ke ekosistem startup dengan empat unicorn domestik, dimana selama 26 bulan terakhir keempat unicorn tersebut mampu menarik investasisebesar USD8 miliar. "Sementara itu, perkembangan yang menjanjikan pada solusi digital berbasis tunai telah mengisi kekosongan yang terjadi akibat melambatnya perkembangan sistem e-payment yang masih menunggu regulasi pemerintah," paparnya.

ASEAN Equity Strategist dan Head of ASEAN Equity Research di Morgan Stanley Sean Gardiner menambahkan, digitalisasi seharusnya bisa menekan inflasi. Selain itu, dirinya juga melihat adanya percepatan untuk pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) seiring dengan meningkatnya ketersediaan pekerjaan bernilai tinggi akibat produktivitas serta dan daya saing tenaga kerja.

"Morgan Stanley memperkirakan setiap peningkatan 1 ppt dari pertumbuhan lapangan kerja akibat digitalisasi akan menambah sekitar 30 bps ke pertumbuhan PDB," ujarnya.

Namun untuk kondisi pasar, mungkin tidak sepenuhnya baik. Sean mengungkapkan, yang harus diperhatikan dalam 12-18 bulan ke depan yakni meningkatnya penggalangan modal, termasuk listing baru yang potensial di kuartal I/2018 seperti Alibaba yang menginvestasikan sebanyak USD2 miliar lagi di Lazada, sedangkan GO-JEK mendapatkan investasi baru sebesar USD1,5 miliar.
(fjo)
Lihat Juga :
wa-channel
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramaikan Pasar e-commerce,...
Ramaikan Pasar e-commerce, Market America Worldwide | SHOP.COM Resmi Masuk Indonesia
Waspada, Social Commerce...
Waspada, Social Commerce Bakal Digerus AI Commerce
Ipsos 2025 Membedah:...
Ipsos 2025 Membedah: Bagaimana UMKM dan Brand Lokal Berjuang di Arena E-Commerce?
ABC Berdayakan Para...
ABC Berdayakan Para Ibu Melalui Social Commerce
Ganjar Pranowo Komentari...
Ganjar Pranowo Komentari Social Commerce TikTok Shop, Apa Bedanya dengan Ecommerce?
Terkuak, Ini E-Commerce...
Terkuak, Ini E-Commerce No.1 Pilihan Penjual dan Pembeli
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
8 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
8 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
9 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
9 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
9 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
9 jam yang lalu
Terpopuler
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved