Pelemahan Rupiah Diprediksi Tertahan
Selasa, 08 Mei 2018 - 09:08 WIB
Pelemahan Rupiah Diprediksi Tertahan
A
A
A
JAKARTA - Dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan akan terus terapresiasi. Pasalnya, peningkatan inflasi telah mendorong ekspektasi soal kenaikan tingkat suku bunga The Fed. Jika ini terjadi bisa menjadi energi bagi greenback.
Sementara itu, sentimen dari dalam negeri belum cukup kuat untuk mengangkat rupiah. Untuk itu, diharapkan kepanikan dapat mereda dan sentimen dari dalam negeri dapat lebih positif untuk menarik minat pelaku pasar terhadap rupiah.
"Sehingga pelemahannya dapat lebih tertahan," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (8/5/2018).
Rupiah diestimasikan Reza akan bergerak dengan kisaran di level support Rp14.025/USD dan resisten Rp13.987/USD.
Kemarin, pergerakan USD masih cenderung menguat memberikan imbas pada pergerakan rupiah yang kembali melemah di awal pekan ini. Adanya rilis survei penjualan eceran Bank Indonesia yang mengindikasikan peningkatan pertumbuhan penjualan eceran pada Maret 2018. serta rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,06% tidak cukup kuat mengangkat rupiah.
"Pergerakan USD masih cenderung menguat meski rilis penambahan kinerja di bawah estimasi sebelumnya. Pelaku pasar masih mengkhawatirkan adanya peningkatan inflasi pada ekonomi AS. Bertambahnya lapangan pekerjaan (meski di bawah estimasi) diperkirakan akan mendorong peningkatan sehingga inflasi dapat terjadi. Di sisi lain, perkiraan akan meningkatnya inflasi tentunya akan mendorong The Fed menaikan tingkat suku bunganya," pungkasnya.
Sementara itu, sentimen dari dalam negeri belum cukup kuat untuk mengangkat rupiah. Untuk itu, diharapkan kepanikan dapat mereda dan sentimen dari dalam negeri dapat lebih positif untuk menarik minat pelaku pasar terhadap rupiah.
"Sehingga pelemahannya dapat lebih tertahan," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (8/5/2018).
Rupiah diestimasikan Reza akan bergerak dengan kisaran di level support Rp14.025/USD dan resisten Rp13.987/USD.
Kemarin, pergerakan USD masih cenderung menguat memberikan imbas pada pergerakan rupiah yang kembali melemah di awal pekan ini. Adanya rilis survei penjualan eceran Bank Indonesia yang mengindikasikan peningkatan pertumbuhan penjualan eceran pada Maret 2018. serta rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,06% tidak cukup kuat mengangkat rupiah.
"Pergerakan USD masih cenderung menguat meski rilis penambahan kinerja di bawah estimasi sebelumnya. Pelaku pasar masih mengkhawatirkan adanya peningkatan inflasi pada ekonomi AS. Bertambahnya lapangan pekerjaan (meski di bawah estimasi) diperkirakan akan mendorong peningkatan sehingga inflasi dapat terjadi. Di sisi lain, perkiraan akan meningkatnya inflasi tentunya akan mendorong The Fed menaikan tingkat suku bunganya," pungkasnya.
(ven)