Harga Minyak Mentah Dunia Perkasa Dekati USD80 Per Barel

Kamis, 17 Mei 2018 - 11:24 WIB
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Perkasa Dekati USD80 Per Barel
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia pada perdagangan hari ini, Kamis (17/5/2018) semakin perkasa ketika minyak mentah Brent merayap mendekati level USD80 per barel. Angka tersebut menjadi posisi tertinggi yang belum terlihat sejak November 2016 di tengah kondisi pengetatan pasokan minyak saat ini sementara permintaan tetap kuat.

Seperti dilansir Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan pada level USD79,32 per barel atau naik 4 sen dari sesi terakhir sebelumnya. Sedangkan harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD71,68 per barel dengan tambahan 19 sen atau setara 0,3% dibandingkan sesi terakhir.

Bank ANZ mengatakan pada hari ini Brent berpotensi menembus level USD80 Per Barel seiring dukungan yang datang dari kondisi geopolitik yang membaik serta penurunan tak terduga persediaan minyak AS untuk membuat investor bersemangat. Tercatat stok minyak mentah AS turun 1,4 juta barel dalam sepekan hingga 11 Mei menjadi 432,34 juta barel.

Selanjutnya ANZ menambahkan persediaan minyak AS yang mengalami kejatuhan meningkatkan kekhawatiran pengetatan pasar menuju musim mengemudi di AS yang biasanya dibarengi peningkatan permintaan. Melihat perubahan musiman, bank AS, Morgan Stanley mengatakan telah menaikkan perkiraan harga Brent menjadi USD90 per barel pada tahun 2020, karena peningkatan permintaan yang stabil.

Namun, tidak semuanya menyakini pasar bakal lebih ketat. Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pada hari Rabu, kemarin bahwa pihaknya telah menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global untuk 2018 dari 1,5 juta barel per hari (bpd) menjadi 1,4 juta bpd. IEA mengatakan permintaan minyak global akan rata-rata 99,2 juta barel per hari pada 2018.

Meskipun pasokan saat ini hanya mencapai 98 juta bph akibat pemotongan pasokan yang dipimpin oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), IEA mengatakan bahwa "pertumbuhan non-OPEC yang kuat akan tumbuh sebesar 1,87 juta bpd pada 2018."

Kenaikan produksi utamanya terjadi di Amerika Serikat, di mana produksi minyak mentah telah melonjak sebesar 27% dalam dua tahun terakhir, ke rekor 10,72 juta bpd. Kondisi tersebut menempatkan Amerika Serikat dalam jangkauan produsen utama Rusia, yang memompa sekitar 11 juta bpd.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
26 menit yang lalu
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
42 menit yang lalu
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
45 menit yang lalu
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
1 jam yang lalu
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
1 jam yang lalu
Danone Indonesia Dorong...
Danone Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Praktik Bisnis Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved