Aksi Teror Merebak, Permintaan Asuransi Diprediksi Meningkat

Jum'at, 18 Mei 2018 - 05:01 WIB
Aksi Teror Merebak,...
Aksi Teror Merebak, Permintaan Asuransi Diprediksi Meningkat
A A A
JAKARTA - Merebaknya aksi terorisme dan momen Pilkada serta Pemilu diyakini akan meningkatkan premi asuransi terorisme dan sabotase. Konsorsium Pengembangan Industri Asuransi Indonesia Terorisme-Sabotase atau KPIAI-TS diperkirakan akan mencatatkan peningkatan premi akibat banyaknya agenda politik hingga 2019.

Ketua Dewan Pengurus KPIAI-TS sekaligus Direktur Utama PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) Robby Loho mengatakan, produk ini bersifat musiman yang laris apabila ada momen khusus seperti saat ini. Dampaknya ada pada penetapan tarif premi yang cenderung menurun setiap tahunnya. Penurunan tarif mencapai 15-20% setiap tahunnya untuk produk yang termasuk dalam perusahaan konsorsium.

"Banyak yang komplain tarif di konsorsium itu ketinggian sedangkan produk di luar konsorsium itu kemurahan. Jadi konsorsium sedang mengkaji untuk harga yang lebih terjangkau," ujar Robby dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Dia mengatakan, tarif yang baru disesuaikan lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Hal ini diperkirakan permintaan akan akan turun namun justru ternyata permintaannya tinggi sehingga perubahan harga belum dilakukan. Dia mengatakan, pemasaran produk ini memang sangat bergantung pada risiko yang terjadi.

Meningkatnya peristiwa dari tindak terorisme dan sabotase akhir-akhir ini akan meningkatkan kewaspadaan pemilik properti, khususnya gedung bertingkat (high rise building). "Memang kebiasaan, kalau lagi tidak ada kejadian, cepat lupa. Nanti kalau ada kejadian baru ingat lagi," tuturnya.

Dia mengatakan produk asuransi terorisme dan sabotase ini merupakan tambahan dari produk asuransi properti. Produk ini, jelasnya, memberikan proteksi tertanggung dari risiko kerusakan properti akibat aksi terorisme dan sabotase. Selain itu, produk ini telah diperluas dengan risiko atas kerugian finansial atau lost of profit (LoP).

"Misalnya, pengelola hotel karena peristiwa terorisme mesti berhenti beroperasi. LoP menanggung kerugian akibat itu," jelasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Mempengaruhi...
Pandemi Covid-19 Mempengaruhi Cara Masyarakat Dalam Memenuhi Kebutuhan Proteksi Diri
Daftar Rumah Sakit di...
Daftar Rumah Sakit di Jakarta yang Tidak Menerima BPJS Kesehatan
OJK Harus Tingkatkan...
OJK Harus Tingkatkan Regulasi untuk Menangani Kasus Gagal Bayar Asuransi Jiwa
Asuransi Cigna Diversifikasi...
Asuransi Cigna Diversifikasi di Jalur Distribusi
Terdampak COVID-19,...
Terdampak COVID-19, Premi Asuransi di Jawa Timur Turun
Top! APARI Penyedia...
Top! APARI Penyedia Layanan Pendidikan Asuransi Terbaik 2020 se-Asia Pasifik
Berita Terkini
Danantara Puji Transformasi...
Danantara Puji Transformasi Digital Jasa Marga Tollroad Command Center
1 menit yang lalu
Tumbuh Bersama GrabModal:...
Tumbuh Bersama GrabModal: Dari Rumah Kontrakan, Mama Khas Banjar Kini Punya Belasan Karyawan
13 menit yang lalu
Ingin Masuk di Pasar...
Ingin Masuk di Pasar Global? Pakar Ungkap Kunci Brand Indonesia Bisa Mendunia
14 menit yang lalu
IHSG Sesi Siang Terjun...
IHSG Sesi Siang Terjun Bebas 1,75% ke 6.204, Transaksi Tembus Rp10,4 Triliun
31 menit yang lalu
HWB Serang Resmi Diluncurkan...
HWB Serang Resmi Diluncurkan Besok , Harga Mulai dari Rp101 Juta
35 menit yang lalu
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
1 jam yang lalu
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved