IHSG Dibuka Menanjak ke Level 5.838 Saat Bursa Asia Variatif
Jum'at, 18 Mei 2018 - 09:32 WIB
IHSG Dibuka Menanjak ke Level 5.838 Saat Bursa Asia Variatif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (18/5/2018) dibuka menanjak tipis untuk menjadi sinyal perbaikan setelah sempat tertekan dalam beberapa hari terakhir. IHSG sesi pagi menguat 0,39% atau setara 22,63 poin ke level 5,838.55.
Kemarin, bursa saham Tanah Air justru berakhir menyusut mencapai sebesar 25,54 poin atau 0,44% ke level 5.815,92. Di sisi lain sektor saham dalam negeri di awal perdagangan mayorits menghijau dipimpin kenaikan tertinggi sektor pertambangan 0.54% sedangkan pelemahan terdalam terjadi pada infrastruktur amburk 0.91%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp20 miliar dengan 8 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp1,29 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp14,27 miliar dan aksi beli asing Rp12,98 miliar. Tercatat 25 saham naik, 8 turun dan 12 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp325 menjadi Rp68.425, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) bertambah Rp125 menjadi Rp8.850 dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) meningkat Rp125 menjadi Rp8.825.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT United Tractors Tbk. (UNTR) turun Rp350 ke posisi Rp35.925, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) kehilangan Rp125 menjadi Rp8.050 dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) anjlok Rp30 menjadi Rp2.800.
Seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia diperdagangkan bervariasi pada perdagangan dipengujung pekan menyusul terpelesetnya Wall Street pada sesi semalam. Sentimen negatif datang meningkatnya kekhawatiran investor atas pembicaraan perdagangan Amerika Serikat-China.
Indeks Nikkei Jepang diperdagangkan sedikit lebih tinggi setelah data indeks harga konsumen meleset dari ekspektasi. Tercatat bursa saham Jepang bertambah 0,38% dengan indeks Topix yang lebih tinggi naik tipis 0,32%.
Kenaikan di Tokyo terjadi seiring Yen Jepang memperpanjang kerugian terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang diperdagangkan pada posisi 110,96 terhadap greenback. Di antara sektor-sektor lainnya, saham pertambangan dan subindex minyak memimpin pendakian lebih tinggi, sementara nama-nama barang konsumen turun tipis.
Lonjakan juga terlihat pada indeks Kospi, Korea Selatan sebesar 0,39% karena Samsung Electronics naik tipis 0,3% untuk memangkas kerugian dalam sesi sebelumnya. Pasar China yang lebih besar cenderung bergerak stabil di awal perdagangan.
Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 0,05% sedangkan indeks saham daratan China diperdagangkan sedikit lebih rendah. Komposit Shanghai merosot 0,06% dan komposit Shenzhen tergelincir 0,26%.
Di Australia, bursa saham ASX 200 membalikkan kenaikan awal untuk kemudian tergelincir 0,18% di tengah penurunan sektor material dan finansial. Penurunan sedikit tertahan oleh kenaikan sektor kesehatan dan subindeks energi.
Kemarin, bursa saham Tanah Air justru berakhir menyusut mencapai sebesar 25,54 poin atau 0,44% ke level 5.815,92. Di sisi lain sektor saham dalam negeri di awal perdagangan mayorits menghijau dipimpin kenaikan tertinggi sektor pertambangan 0.54% sedangkan pelemahan terdalam terjadi pada infrastruktur amburk 0.91%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp20 miliar dengan 8 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp1,29 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp14,27 miliar dan aksi beli asing Rp12,98 miliar. Tercatat 25 saham naik, 8 turun dan 12 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp325 menjadi Rp68.425, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) bertambah Rp125 menjadi Rp8.850 dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) meningkat Rp125 menjadi Rp8.825.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT United Tractors Tbk. (UNTR) turun Rp350 ke posisi Rp35.925, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) kehilangan Rp125 menjadi Rp8.050 dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) anjlok Rp30 menjadi Rp2.800.
Seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia diperdagangkan bervariasi pada perdagangan dipengujung pekan menyusul terpelesetnya Wall Street pada sesi semalam. Sentimen negatif datang meningkatnya kekhawatiran investor atas pembicaraan perdagangan Amerika Serikat-China.
Indeks Nikkei Jepang diperdagangkan sedikit lebih tinggi setelah data indeks harga konsumen meleset dari ekspektasi. Tercatat bursa saham Jepang bertambah 0,38% dengan indeks Topix yang lebih tinggi naik tipis 0,32%.
Kenaikan di Tokyo terjadi seiring Yen Jepang memperpanjang kerugian terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang diperdagangkan pada posisi 110,96 terhadap greenback. Di antara sektor-sektor lainnya, saham pertambangan dan subindex minyak memimpin pendakian lebih tinggi, sementara nama-nama barang konsumen turun tipis.
Lonjakan juga terlihat pada indeks Kospi, Korea Selatan sebesar 0,39% karena Samsung Electronics naik tipis 0,3% untuk memangkas kerugian dalam sesi sebelumnya. Pasar China yang lebih besar cenderung bergerak stabil di awal perdagangan.
Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 0,05% sedangkan indeks saham daratan China diperdagangkan sedikit lebih rendah. Komposit Shanghai merosot 0,06% dan komposit Shenzhen tergelincir 0,26%.
Di Australia, bursa saham ASX 200 membalikkan kenaikan awal untuk kemudian tergelincir 0,18% di tengah penurunan sektor material dan finansial. Penurunan sedikit tertahan oleh kenaikan sektor kesehatan dan subindeks energi.
(akr)
Lihat Juga :