Tak Mampu Capai Target, Mentan Bakal Copot Pejabat Kementan
Senin, 21 Mei 2018 - 13:11 WIB
Tak Mampu Capai Target, Mentan Bakal Copot Pejabat Kementan
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku tak main-main dengan target kinerja yang dimandatkan kepada para pejabat di Kementerian Pertanian (Kementan) untuk kemakmuran petani dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Dia mengaku tak segan mencopot pejabat yang tak mampu mencapai target yang telah dicanangkan tersebut.
Dia menyebutkan, hingga saat ini setidaknya ada 1.295 pejabat di Kementan yang telah dimutasi dan dilakukan bongkar pasang. Bahkan rencananya, pekan depan masih ada 10 pejabat lagi yang akan dicopot dari jabatannya.
"Yang menarik, di Kementerian Pertanian yang kami ganti dan copot 1.295 sampai hari ini. Mungkin minggu depan akan kami copot lagi 10. Kalau mereka tidak capai target, mereka yang jadi target. Tinggalkan jabatannya secara otomatis," katanya dalam sebuah seminar di Gedung BPK, Jakarta, Senin (21/5/2018).
Tak hanya itu, dia juga mengambil kebijakan memangkas anggaran yang tidak berhubungan langsung dengan produksi pertanian. Amran pun tak segan memangkas anggaran untuk kabupaten yang tidak naik produksi pertaniannya.
"Pada 2014, dari total anggaran untuk produksi petani hanya 35%. Selebihnya itu biaya seminar, perbaikan kantor, perjalanan dinas. Kami cabut. Beli mobil, beli motor moratorium, cat kantor kami moratorium, biaya perjalanan dinas kami cabut. Hasilnya, dulunya 35% untuk petani, sekarang 85% untuk petani. Boleh dicek di Kementan, bahwa ini kami sudah lakukan di sektor anggaran. Dahulukan petani," tandasnya.
Dia menyebutkan, hingga saat ini setidaknya ada 1.295 pejabat di Kementan yang telah dimutasi dan dilakukan bongkar pasang. Bahkan rencananya, pekan depan masih ada 10 pejabat lagi yang akan dicopot dari jabatannya.
"Yang menarik, di Kementerian Pertanian yang kami ganti dan copot 1.295 sampai hari ini. Mungkin minggu depan akan kami copot lagi 10. Kalau mereka tidak capai target, mereka yang jadi target. Tinggalkan jabatannya secara otomatis," katanya dalam sebuah seminar di Gedung BPK, Jakarta, Senin (21/5/2018).
Tak hanya itu, dia juga mengambil kebijakan memangkas anggaran yang tidak berhubungan langsung dengan produksi pertanian. Amran pun tak segan memangkas anggaran untuk kabupaten yang tidak naik produksi pertaniannya.
"Pada 2014, dari total anggaran untuk produksi petani hanya 35%. Selebihnya itu biaya seminar, perbaikan kantor, perjalanan dinas. Kami cabut. Beli mobil, beli motor moratorium, cat kantor kami moratorium, biaya perjalanan dinas kami cabut. Hasilnya, dulunya 35% untuk petani, sekarang 85% untuk petani. Boleh dicek di Kementan, bahwa ini kami sudah lakukan di sektor anggaran. Dahulukan petani," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :