OJK Diminta Turun Tangan Selidiki Penjualan WOM Finance

Kamis, 24 Mei 2018 - 14:38 WIB
OJK Diminta Turun Tangan...
OJK Diminta Turun Tangan Selidiki Penjualan WOM Finance
A A A
JAKARTA - Reliance berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turun tangan menyelidiki pembatalan penjualan WOM Finance oleh Maybank. Apalagi, Badan Arbitrase Nasional Indonesia (Bani) versi Sovereign memenangkan Reliance.

“Kita berharap OJK juga ikut turun. Transaksi itu kan sudah lapor OJK,” ujar kuasa hukum Reliance Marco Menco.

Dia juga mengatakan, optimistis pengadilan akan membatalkan gugatan mereka. Apalagi, Bani versi Sovereign juga sudah memutuskan jika Maybank bersalah dan menekankan pihaknya siap menghadapi gugatan Maybank.

CEO Reliance Groups Anton Budidjaja sebelumnya, sudah mendapatkan persetujuan fit and propeelr dari OJK sebagai calon pemilik saham WOM Finance. Karena itu, kata dia, tidak benar jika pihaknya tak dapat menunjukkan ketersediaan dana untuk mengakuisisi saham anak perusahaan yang dimiliki oleh Maybank Indonesia.

"Jadi menurut saya pernyataan yang menyatakan uangnya tak cukup, tidak relevan," sambung Anton.

OJK sendiri saat dipimpin oleh Muliaman D Hadad mengatakan akan memeriksa pembatalan transaksi jual beli WOM Finance itu. Dia memerintahkan Kepala Eksekutif Badan Pengawasa Pasar Modal untuk melihat detail pembatalan hal itu.

Untuk diketahui, sebelumnya Reliance melaporkan masalah ini ke BANI versi Sovereign. Dimana Bani memutuskan Maybank bersalah atas gagalnya transaksi penjualan WOMF. Lembaga arbitrase itu menilai Maybank telah melanggar Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA), dan tidak memenuhi persyaratan pendahuluan yang ditetapkan di dalamnya.

Maybank menolak putusan tersebut dan menggugat balik BANI dan Reliance ke pengadilan Jakarta Selatan dengan minta ganti rugi Rp2,5 triliun. Maybank yang memberi kuasa hukum kepada Noor Akhmad Riyadhi, dan Refikha dari kantor hukum Hotman Paris & Partners dijelaskan bahwa penyelesaian sengketa hanya akan dilakukan oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) lama yang beralamat di jalan Mampang, Jakarta Selatan.

Sengketa ini bermula ketika transaksi saham WOMF gagal. Alasannya, Maybank menilai Reliance tak sanggup memenuhi persyaratan pendahuluan, khususnya soal ketersediaan dana. Sebaliknya, Reliance menilai Maybank yang gagal memenuhi persyaratan pendahuluan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramadhan 1441 H, WOM...
Ramadhan 1441 H, WOM Finance Bagikan Alquran
Salurkan CSR di Bulukumba,...
Salurkan CSR di Bulukumba, WOM Finance Bantu Renovasi Tempat Wudhu
Buka Kantor Cabang di...
Buka Kantor Cabang di Maros, PT WOM Target Capai Pemasukan Rp2 M Perbulan
Upaya Memberi Apresiasi...
Upaya Memberi Apresiasi kepada Konsumen Setia
Wom Finance Gelar RUPST...
Wom Finance Gelar RUPST dan RUPSLB
Dukung Anak-Anak Sehat,...
Dukung Anak-Anak Sehat, WOM Finance Donasi Multivitamin di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
43 menit yang lalu
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
1 jam yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
1 jam yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
10 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
11 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
11 jam yang lalu
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved