Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem

Senin, 08 Juni 2026 - 06:55 WIB
loading...
Hindari Selat Hormuz!...
Blokade total dan kekacauan logistik di Selat Hormuz akibat konflik Iran benar-benar memaksa raksasa ekonomi Asia memutar otak. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Blokade total dan kekacauan logistik di Selat Hormuz akibat konflik Iran benar-benar memaksa raksasa ekonomi Asia memutar otak. Enggan membiarkan ekonominya lumpuh, India kini dilaporkan tengah mengambil langkah ekstrem yakni melirik Jalur Laut Utara (Northern Sea Route/NSR) yang membelah samudera es Arktik milik Rusia.

Rencana ambisius ini dibongkar langsung oleh Alexey Chekunkov, Menteri Pengembangan Timur Jauh dan Arktik Rusia, di sela-sela gelaran akbar St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF 2026).

Baca Juga: Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz

Chekunkov mengungkapkan, bahwa New Delhi kini sangat tertarik untuk memperpanjang jalur transportasi laut internasional mereka yang menghubungkan Vladivostok dan Chennai (Koridor Maritim Timur), agar bisa tembus langsung ke pasar Eropa melalui jalur es Arktik tersebut.

Pangkas Waktu Jauh Lebih Cepat daripada Lewat Suez

Rusia diketahui memang sudah lama berambisi menyulap NSR -jalur pelayaran terpendek yang menghubungkan Asia Timur dan Eropa di sepanjang pantai utara Rusia- menjadi jalur nadi perdagangan dunia baru. Kremlin bahkan telah menggelontorkan investasi raksasa untuk memperkuat infrastruktur di wilayah beku tersebut.

Bagi India, jalur alternatif ini menawarkan keuntungan logistik yang luar biasa jika dibandingkan dengan rute Terusan Suez. Salah satunya menghemat jarak hingga 40%, dimana jalur es Arktik mampu memotong jarak pelayaran global secara drastis.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Rekomendasi
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengapa The All-New...
Mengapa The All-New Lexus ES Bawa Evolusi Sedan Mewah Listrik ke Indonesia?
Berita Terkini
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Infografis
Hindari Tarif Trump,...
Hindari Tarif Trump, Apple Terbangkan 1,5 Juta iPhone dari India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved