alexametrics

Tentukan Bunga Acuan, Bos Baru BI Siap Gelar RDG Lebih Cepat

loading...
A+ A-
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo membuka peluang untuk menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) lebih cepat dari jadwal bulanan yang telah disusun sebelumnya untuk menentukan kenaikan tingkat suku bunga acuan (BI 7days Reverse Repo Rate).

RDG yang lebih awal dari jadwal itu akan dilakukan jika terjadi kondisi tak biasa, seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang merosot terlalu cepat dan tajam.

Perry mengatakan, langkah itu sesuai dengan komitmennya saat terpilih menjadi gubernur Bank Indonesia, yakni akan mengambil kebijakan yang bersifat lebih pre-emptive dalam kenaikan tingkat suku bunga.



Terlepas dari itu, Perry menegaskan bahwa jika RDG sebelum jadwal itu dilakukan, bukan berarti saat itu Indonesia tengah dalam kondisi darurat finansial.

"Saya hanya ingin mengatakan bahwa ruang untuk melakukan RDG bulanan sebelum RDG yang terjadwal itu terbuka. Tapi saya bukan ingin mengatakan itu rapat emergency. Sebenarnya, tidak ada itu rapat emergency," katanya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Menurutnya, RDG sebelum jadwal merupakan hal yang wajar dan mungkin dilakukan oleh bank sentral. Apalagi jika terjadi perkembangan baru di lapangan yang butuh respons yang cepat.

"Waktu kita menjadwalkan RDG itu kan asumsinya perkembangan sesuai prediksi. Kalau ada perkembangan baru yang butuh respons cepat itu sesuatu yang wajar dan itu dimungkinkan. Dan kemungkinan itu ada untuk melakukan RDG sebelum 27 Juni itu sejalan dengan saya akan lebih pre-emptive dalam kenaikan suku bunga," tandasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top