Cegah Tindakan Kriminal, Pastikan Data Diri ART Infal

Rabu, 13 Juni 2018 - 14:01 WIB
Cegah Tindakan Kriminal,...
Cegah Tindakan Kriminal, Pastikan Data Diri ART Infal
A A A
JAKARTA - Pada saat Lebaran, asisten rumah tangga (ART) temporer atau ART infal paling banyak dicari oleh keluarga. Tak jarang, karena kebutuhan mendesak, keluarga menerima secara acak ART infal untuk bekerja.

Pemilik Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Tiara Kasih Bunda Irena menyatakan, hal itu sebaiknya dihindari karena berisiko. Karena itu, pihaknya selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan ART, khususnya ART infal alias ART temporer. Hal ini guna mencegah terjadinya tindakan kriminal yang terjadi saat para asisten rumah tangga tersebut bekerja di rumah majikannya.

Dia mengatakan, sebelum bekerja maka para ART infal tersebut wajib menyerahkan data diri berupa Kartu Tanda Pengenal (KTP), Kartu Keluarga (KK), hingga surat izin yang bertandatangan di atas materai. Kontrak mereka pun biasanya bersifat permanen, guna menghindari tindakan-tindakan kriminal yang mungkin bisa terjadi.

"User harus merasa nyaman bahwa pekerja wajib punya KTP, KK, dan surat izin yang bertandatangan di atas materai. Dan kontraknya permanen biasanya di sini, jadi mudah-mudahan nggak ada yang kecolongan. Jadi kita over-proteksi lah," katanya saat berbincang dengan SINDOnews di Jakarta belum lama ini.

Selain itu, ART infal pun akan diberi pelatihan singkat sebelum bekerja. Hal ini agar kualitas kerja yang diberikan oleh para ART tersebut maksimal dan tidak mengecewakan konsumen.

"Kita harus mementingkan kualitas buat pekerja dan service excellent buat user. Kalau untuk kualitas kan staf pengajar dari nurse, orang kesehatan. Staf kita juga ada guru PAUD, jadi mereka harus dibekali dulu sebelum bekerja. Menyangkut kebersihan diri, hak dan kewajiban mereka bekerja, etika, itu dulu. Kadang kalau lembaga tidak fokus itu nanti di rumah majikan jadi masalah," tuturnya.

Irena mengaku tidak berani menyalurkan pekerja yang memang belum melalui tahap pelatihan. Jika memang calon konsumen meminta cepat, maka setidaknya pekerja harus mendapatkan pelatihan minimal 3 hingga 4 jam.

"Karena kadang customer baru datang, sudah deh ini buat saya. Walaupun sifatnya emergency dan sifatnya mendadak, kita harus pembekalan. Maksimal 3-4 jam screening test-nya. Kita SOP tetap harus datang dulu, baru user ambil, kalau urgent nanti kita antar. Jadi harus beres dulu masalah internal dengan pekerja, baru boleh diambil," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sarwendah Ogah Suruh...
Sarwendah Ogah Suruh ART Cuci Pakaiannya: Meminimalisir Emosi
7 Tips Cari ART, Pilih...
7 Tips Cari ART, Pilih dari Yayasan Tepercaya
Wow! Wanita Malaysia...
Wow! Wanita Malaysia Berikan ART 'THR' Rp33 Juta dan Carter Helikopter untuk Staycation
Majikan Diduga Penyiksa...
Majikan Diduga Penyiksa ART Ditangkap
ART Robot Humaoid Mulai...
ART Robot Humaoid Mulai Dijual Tahun Ini: Nggak Perlu Digaji atau Izin Pulang Kampung, Harganya?
Norwegia Gunakan Robot...
Norwegia Gunakan Robot sebagai Asisten Rumah Tangga
Berita Terkini
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
13 menit yang lalu
Ekonom Bank Mandiri...
Ekonom Bank Mandiri Ungkap Kunci Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG, Fundamental Ekonomi Solid
25 menit yang lalu
Modernland Realty Catat...
Modernland Realty Catat Laba Bersih Rp241,12 Miliar di 2025
36 menit yang lalu
Lusi Tak Menyangka Dapat...
Lusi Tak Menyangka Dapat Hadiah Mobil dari Tabungan Dahsyat Arisan MNC Bank
47 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Buka 3 Posko Bantu Korban Penipuan Investasi
59 menit yang lalu
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
1 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved