Yang Dipertuan Agong Malaysia Potong Gaji 10% untuk Bantu Melunasi Utang Negara

Rabu, 13 Juni 2018 - 21:31 WIB
Yang Dipertuan Agong...
Yang Dipertuan Agong Malaysia Potong Gaji 10% untuk Bantu Melunasi Utang Negara
A A A
KUALA LUMPUR - Pemerintahan baru (tapi muka lama) di Malaysia pimpinan Mahathir Mohamad langsung melakukan pembenahan. Salah satunya masalah bengkaknya utang negara yang dilakukan pemerintahan sebelumnya, mantan Perdana Menteri Najib Razak. Pemerintahan baru menyatakan utang negara mencapai satu triliun ringgit atau sekitar USD251 miliar, merupakan 80% dari PDB negara.

Untuk melunasi utang, PM Mahathir pada Mei kemarin, mengumumkan menteri di kabinetnya setuju untuk memotong gaji 10%. Kebijakan ini lantas mendapat dukungan dari rakyat dengan mengadakan donasi, menyisihkan uang mereka untuk turut membantu melunasi utang negara.

Aksi donasi dari rakyat membuat sang raja tersentuh. Yang Dipertuan Agong ke-XV Malaysia, Sultan Muhammad V ikut menawarkan memotong 10% gajinya demi membantu melunasi utang. Mengutip Business Insider, Rabu (13/6/2018), Yang Dipertuan Agong akan memotong gajinya 10% setiap bulan sampai akhir masa pemerintahannya di tahun 2021.

“Yang Dipertuan Agong sangat tersentuh oleh donasi yang dilakukan rakyat dan ingin bergabung dengan mereka dalam melakukan tugasnya,” ujar Pengawas Keuangan Keluarga Kerajaan Datuk Wan Ahmad Dahlan Abdul Aziz.

Yang Dipertuan Agong sendiri menerima gaji sebesar 1,05 juta ringgit atau sekitar USD260 ribu, termasuk tunjangan pribadi sebesar 608.400 ringgit.

Rakyat Malaysia secara mandiri memulai kampanye donasi untuk membantu melunasi utang. Sebagai tanggapan, Kementerian Keuangan Malaysia membentuk Malaysia Hope Fund dengan menyediakan “platform yang sistematis dan transparan” untuk disumbangkan langsung ke rekening bank pemerintah.

Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng berjanji untuk mengumumkan penghitungan donasi dari masyarakat kepada public setiap hari. Per 12 Juni 2018, kurang dari dua pekan setelah peluncuran, Dana Harapan Malaysia telah menerima 61 juta ringgit alias USD15,3 juta.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ledakan Utang Global...
Ledakan Utang Global ke Rekor Tertinggi Mengancam Ekonomi Dunia
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
10 Negara Berkembang...
10 Negara Berkembang Alami Krisis Ekonomi Akibat Utang Menumpuk
Utang Inggris Melebihi...
Utang Inggris Melebihi 100% Terhadap PDB, Angkanya Tembus Rp48.874 Triliun
Waduh! Utang Pemerintah...
Waduh! Utang Pemerintah Capai Rp8.353 T, Dekati Level Berbahaya
Saat Jokowi Bandingkan...
Saat Jokowi Bandingkan Rasio Utang RI dengan China, India hingga Malaysia
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
1 jam yang lalu
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
1 jam yang lalu
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
2 jam yang lalu
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
2 jam yang lalu
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
2 jam yang lalu
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved