Ledakan Utang Global ke Rekor Tertinggi Mengancam Ekonomi Dunia
Selasa, 14 Mei 2024 - 06:21 WIB
loading...
Lonjakan utang global hingga menyentuh rekor tertinggi USD315 triliun, dipengaruhi oleh China dan India yang terus melakukan pinjaman, meski risiko semakin besar. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Lonjakan utang global hingga menyentuh rekor tertinggi USD315 triliun, dipengaruhi oleh China dan India yang terus melakukan pinjaman, meski risiko semakin besar di tengah ketegangan geopolitik dan tren suku bunga tinggi.
Baca Juga: Israel Kumpulkan Pinjaman Rp92,1 Triliun untuk Mendanai Perang Melawan Hamas
Institute of International Finance (IIF) memperingatkan, bahwa upaya pascapandemi untuk mengurangi utang akan segera berakhir ketika pemerintah memotong pajak dan meningkatkan pengeluaran. Diterangkan bahwa peningkatan utang global, "terutama didorong oleh pasar negara berkembang ".
Dimana utang negara berkembang melompat ke level tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya hingga lebih dari USD105 triliun. Tercatat penambahannya mencapai USD55 triliun atau lebih besar dari satu dekade lalu dengan China, India dan Meksiko melihat peningkatan terbesar sepanjang tahun ini.
Seperti diketahui China masih berkutat dengan krisis properti yang mengancam bakal menghambat pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun, mendatang. Baca Juga: Sering Pinjam ke China, IMF Wanti-wanti Krisis Utang Bakal Melanda Maladewa
Baca Juga: Israel Kumpulkan Pinjaman Rp92,1 Triliun untuk Mendanai Perang Melawan Hamas
Institute of International Finance (IIF) memperingatkan, bahwa upaya pascapandemi untuk mengurangi utang akan segera berakhir ketika pemerintah memotong pajak dan meningkatkan pengeluaran. Diterangkan bahwa peningkatan utang global, "terutama didorong oleh pasar negara berkembang ".
Dimana utang negara berkembang melompat ke level tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya hingga lebih dari USD105 triliun. Tercatat penambahannya mencapai USD55 triliun atau lebih besar dari satu dekade lalu dengan China, India dan Meksiko melihat peningkatan terbesar sepanjang tahun ini.
Seperti diketahui China masih berkutat dengan krisis properti yang mengancam bakal menghambat pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun, mendatang. Baca Juga: Sering Pinjam ke China, IMF Wanti-wanti Krisis Utang Bakal Melanda Maladewa
Lihat Juga :