Harga Minyak Dunia Mendaki di tengah Ketidakpastian Libya

Selasa, 26 Juni 2018 - 09:54 WIB
Harga Minyak Dunia Mendaki...
Harga Minyak Dunia Mendaki di tengah Ketidakpastian Libya
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia menunjukkan kenaikan pada perdagangan, Selasa (26/6/2018) terimbas ketidakpastian atas ekspor minyak Libya. Meski begitu rencana Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk meningkatkan output terus menyeret harga minyak.

Dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan internasional diperdagangkan ke level USD74,92 per barel pada pukul 01.27 GMT, atau lebih tinggi 19 sen yang setara 0,25% dari penutupan terakhir. Sedangkan harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) berada di posisi USD68,26 per barel dengan tambahan 18 sen atau 0,26%.

Para pelaku pasar menerangkan, kenaikan harga ini sebagian besar didorong oleh ketidakpastian terkait ekspor minyak oleh Libya, yang merupakan salah satu anggota OPEC. Panglima militer Libya Timur, Khalifa Haftar telah menyerahkan kendali atas pelabuhan minyak ke National Oil Corporation (NOC) yang berbasis di timur negara tersebut.

Perusahaan minyak milik negara yang berbasis di ibukota Tripoli, juga disebut NOC, tidak akan diizinkan untuk menangani minyak lagi, katanya. Komentar itu kemudian dikonfirmasi Reuters, oleh Ahmed Mismari, seorang juru bicara Tentara Nasional Libya (LNA) Halls yang menekankan bahwa tidak ada kapal tanker yang akan diizinkan untuk berlabuh di pelabuhan timur tanpa izin dari entitas NOC yang bermarkas di kota timur utama, Benghazi.

Ketidakpastian atas ekspor minyak Libya muncul setelah OPEC bersama dengan sekelompok mitra non-OPEC termasuk produsen utama OPEC mengumumkan kenaikan pasokan sekitar 1 juta barel per hari (bpd) yang ditujukan untuk mendinginkan pasar minyak. Pasar minyak telah diperketat secara signifikan sejak 2017, ketika OPEC dan mitranya mulai menahan pasokan untuk menopang harga yang merosot pada saat itu.

Bank of America Merrill Lynch (BoAML) mengungkapkan kondisi pasar yang ketat akan mendorong harga Brent ke level USD90 per barel pada kuartal kedua 2019. Tapi BoAML memperingatkan ketidakpastian sebagai dampak dari sanksi AS yang diumumkan terhadap Iran belum jelas, dan sebagai efek dari perselisihan perdagangan global antara Amerika Serikat dan negara-negara ekonomi lainnya termasuk Uni Eropa dan China secara bertahap bakal mulai berdampak.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
13 menit yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved