Laju Rupiah Diprediksi Lanjutkan Tren Negatif
Rabu, 27 Juni 2018 - 09:15 WIB
Laju Rupiah Diprediksi Lanjutkan Tren Negatif
A
A
A
JAKARTA - Tidak bergemingnya laju rupiah di tengah sentimen positif dari dalam negeri membuat laju rupiah dapat berpotensi kembali melemah. Apalagi laju USD masih berpotensi kembali menguat seiring masih adanya kekhawatiran terjadinya perang dagang AS-China, dimana Presiden Trump tidak berhenti menyerukan pembatasan impor dan masuknya perusahaan China ke AS melalui kebijakan tarifnya.
"Meski laju rupiah berpotensi mengalami pelemahan, namun diharapkan dapat terbatas untuk mencegah pelemahan lebih dalam yang akan membuat pelaku pasar makin khawatir," ujarnya di Jakarta, Rabu (27/6/2018).
Adapun rupiah diestimasikan Reza akan bergerak dengan kisaran di level support Rp14.185/USD dan resisten Rp14.167/USD. Sementara, pergerakan rupiah kembali melemah di tengah sejumlah sentimen positif dari dalam negeri. Pergerakan USD yang kembali menguat seiring sikap pelaku pasar yang masih khawatir akan potensi terjadinya perang dagang AS-China berimbas pada laju rupiah yang kembali terdepresiasi.
"Adanya pernyataan dari Menkeu Sri Mulyani, terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua dapat mencapai 5,2% lebih baik dari periode kuartal pertama sebesar 5,06%, pelaksanaan APBN yang berjalan dengan baik, serta momentum pertumbuhan ekonomi yang akan tetap dijaga tidak juga berpengaruh besar pada pergerakan rupiah yang lebih merespon kondisi global," pungkasnya.
"Meski laju rupiah berpotensi mengalami pelemahan, namun diharapkan dapat terbatas untuk mencegah pelemahan lebih dalam yang akan membuat pelaku pasar makin khawatir," ujarnya di Jakarta, Rabu (27/6/2018).
Adapun rupiah diestimasikan Reza akan bergerak dengan kisaran di level support Rp14.185/USD dan resisten Rp14.167/USD. Sementara, pergerakan rupiah kembali melemah di tengah sejumlah sentimen positif dari dalam negeri. Pergerakan USD yang kembali menguat seiring sikap pelaku pasar yang masih khawatir akan potensi terjadinya perang dagang AS-China berimbas pada laju rupiah yang kembali terdepresiasi.
"Adanya pernyataan dari Menkeu Sri Mulyani, terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua dapat mencapai 5,2% lebih baik dari periode kuartal pertama sebesar 5,06%, pelaksanaan APBN yang berjalan dengan baik, serta momentum pertumbuhan ekonomi yang akan tetap dijaga tidak juga berpengaruh besar pada pergerakan rupiah yang lebih merespon kondisi global," pungkasnya.
(akr)