Posisi Investasi Internasional Indonesia Alami Penurunan

Minggu, 01 Juli 2018 - 19:18 WIB
Posisi Investasi Internasional...
Posisi Investasi Internasional Indonesia Alami Penurunan
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia untuk net kewajiban mengalami penurunan. Utamanya, karena berkurangnya posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN).

Pada akhir triwulan I 2018, PII Indonesia mencatat net kewajiban USD327,9 miliar (31,8% terhadap PDB), lebih rendah dibandingkan dengan posisi net kewajiban pada akhir triwulan IV 2017 yang tercatat sebesar USD333,6 miliar (32,9% terhadap PDB).

"Posisi KFLN Indonesia yang lebih rendah didorong oleh penurunan kewajiban investasi portofolio dan investasi langsung," ujar Direktur Eksekutif Bank Indonesia Agusman di Jakarta, Minggu (1/7/2018).

Pada akhir triwulan I 2018, posisi KFLN turun 0,6% (qtq) atau sebesar USD4,0 miliar menjadi USD667,2 miliar dipengaruhi terutama oleh penurunan nilai instrumen investasi berdenominasi rupiah, sejalan dengan turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada triwulan laporan. Selain itu, menurunnya posisi KFLN juga dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.

Penurunan net kewajiban PII juga dipengaruhi kenaikan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN) Indonesia. Posisi AFLN pada akhir triwulan I 2018 naik 0,5% (qtq) atau USD1,7 miliar menjadi USD339,3 miliar, didorong oleh transaksi perolehan AFLN dalam bentuk investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya.

Selain itu, kenaikan posisi AFLN pada akhir periode laporan dipengaruhi oleh faktor perubahan lainnya seperti revaluasi positif atas AFLN dalam denominasi non-dolar AS sejalan dengan dolar AS yang melemah terhadap beberapa mata uang tertentu.

"Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan I 2018 masih tetap sehat. Meski demikian, Bank Indonesia tetap mewaspadai risiko net kewajiban PII terhadap perekonomian," paparnya.

Ke depan, Bank Indonesia meyakini kinerja PII Indonesia akan semakin baik sejalan dengan terjaganya stabilitas perekonomian dan pemulihan ekonomi Indonesia didukung oleh konsistensi dan sinergi bauran kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan reformasi struktural.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
6 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
7 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
8 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
10 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
11 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
11 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved