Harga Minyak Dunia Jatuh di Tengah Lonjakan Produksi Saudi

Senin, 02 Juli 2018 - 10:48 WIB
Harga Minyak Dunia Jatuh...
Harga Minyak Dunia Jatuh di Tengah Lonjakan Produksi Saudi
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia turun lebih dari 1% pada perdagangan, Senin (2/7/2018) lantaran pasokan dari eksportir utama Arab Saudi alami peningkatan. Sentimen selanjutnya datang dari sinyal perlambatan ekonomi di Asia seiring melemahnya permintaan.

Seperti dilansir Reuters hari ini, harga minyak berjangka Brent berada di level USD78,16 per barel pada pukul 03.16 GMT, atau lebih rendah USD1,07 yang setara 1,35% dari penutupan sebelumnya. Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate menyusut 94 sen atau 1,3% menjadi USD73,21 per barel usai melompat lebih dari 8% pekan lalu.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump men-tweet pada hari Sabtu bahwa Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi telah setuju untuk memproduksi lebih banyak minyak. Gedung Putih kemudian bereaksi terhadap komentar presiden, dengan menekankan raja mengatakan negaranya dapat meningkatkan produksi minyak jika diperlukan.

Output Saudi Arabia naik hingga 700.000 barel per hari (bpd) dari Mei, seperti disampaikan oleh survei Reuters pada hari Jumat, untuk mendekati rekor 10,72 juta bph dari November 2016. Hal ini mengimbangi gangguan di tempat lain dalam Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Pemotongan pasokan sukarela oleh OPEC dan beberapa pemasok non-OPEC seperti Rusia telah memperketat pasar minyak dunia sejak tahun 2017, dan gangguan yang tidak direncanakan dari Kanada ke Venezuela dan Libya bersamaan dengan sanksi baru AS yang akan datang terhadap eksportir utama Iran telah memicu kekhawatiran kekurangan pasokan.

Meskipun bantuan pasokan datang dari Arab Saudi, namun pasar minyak tetap tegang atas meningkatnya sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan ekonomi utama lainnya termasuk Cina, Uni Eropa, India dan Kanada. Bank asal AS JP Morgan dalam sebuah catatan menerangkan, Salvo yang berulang dalam perang dagang dan penurunan aset menimbulkan pertanyaan tentang seberapa banyak perang tarif dapat merusak ekonomi global

Bank mengatakan konflik intensitas menengah (perdagangan) kemungkinan akan mengurangi pertumbuhan ekonomi global setidaknya 0,5% sebelum memperhitungkan kondisi keuangan yang lebih ketat dan kejutan sentimen. Pusat seluruh ekonomi utama Asia seperti China, Jepang dan Korea Selatan semuanya melaporkan pelambatan dalam pesanan ekspor pada Juni di tengah perselisihan perdagangan yang meningkat dengan Amerika Serikat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
37 menit yang lalu
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
2 jam yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
11 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
11 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
13 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
13 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved