Rupiah Jatuh, BI Diingatkan DPR Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Senin, 02 Juli 2018 - 18:35 WIB
Rupiah Jatuh, BI Diingatkan...
Rupiah Jatuh, BI Diingatkan DPR Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo mengingatkan Bank Indonesia (BI) tidak menyepelekan kenaikan suku bunga oleh Bank Central Amerika (The Federal Reserve/The Fed). Meski pelemahan nilai tukar rupiah belum menimbulkan kepanikan di pasar, namun Bank Indonesia dimintanya perlu melakukan langkah yang tak biasa agar rupiah tak terkena imbas lebih jauh dari sentimen eksternal.

"Sampai kapan kita terus dihantui kenaikan suku bunga The Fed? Di masa ekonomi global yang tak pasti ini, tidak ada jaminan The Fed tidak akan menaikan suku bunganya kembali. Kita harus bersiap diri dengan menguatkan ekonomi rakyat, seperti sektor pariwisata dan UMKM yang dapat membentengi kita dari ancaman ekonomi global," pesan Bambang Soesatyo saat menerima Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia di ruang kerja Ketua DPR, Jakarta, Senin (02/07).

Politisi Golkar dengan sapaan akrab Bamsoet ini menegaskan, situasi perlambatan ekonomi Indonesia yang disebabkan gonjang ganjing ekonomi dunia, terutama dengan adanya perang dagang Amerika dengan Tiongkok, tidak hanya harus direspon oleh Bank Indonesia melalui kebijakan moneter saja. Tetapi, juga harus didorong oleh kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah.

"Saya apresiasi langkah Bank Indonesia yang telah menaikan suku bunga acuan, namun tetap menjaga ketersediaan likuiditas. Sinyal pengetatan moneter yang hati-hati dan terukur yang dilakukan Bank Indonesia ini juga harus diimbangi oleh pemerintah melalui pengelolaan kebijakan fiskal agar dapat menggeliatkan sektor rill. DPR terus mendorong agar antara kebijakan moneter dan fiskal dapat harmonis sehingga kepercayaan pasar juga tetap terjaga," terang Bamsoet

Ia menguraikan, sinergitas terhadap berbagai stakeholder, khususnya pelaku pasar, perbankan, dan dunia usasa menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Bamsoet mencontohkan, DPR RI telah memberikan dukungan terhadap pengembangan 10 Bali Baru sebagai destinasi unggulan pariwisata Indonesia. Dirinya yakin Bank Indonesia juga sudah memberikan dukungan sesuai kewenangannya.

"Kalau sektor pariwisata dan UMKM kita garap serius dengan political will yang sama dari berbagai lembaga negara, saya yakin hasilnya akan dahsyat. Bergeraknya sektor rill serta didampingi kebijakan moneter yang dilakukan Bank Indonesia akan membuat benteng ekonomi kita tangguh. Sehingga sekeras apapun gonjang-ganjing ekonomi dunia, tidak akan merapuhkan perekonomian nasional," paparnya.

Mantan Ketua Komisi III DPR ini juga memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang telah merelaksasi kebijakan makroprudensial, seperti melonggarkan pengaturan Loan to Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) yang dapat menggerakan sektor properti. Di sisi lain, masyarakat juga mendapatkan kemudahan dalam memperoleh rumah.

"Sektor properti mampu menggerakan banyak bidang usaha serta membuka banyak lapangan pekerjaan. Aktifnya sektor properti akan membuat daya tahan perekonomian kita meningkat. Dengan demikian, ditengah kondisi pelemahan rupiah maupun situasi global yang tak jelas ini, saudara-saudara kita yang belum mempunyai rumah tetap bisa mendapatkan kredit secara mudah," pungkas Bamsoet.

Dalam pertemuan dengan Gubernur BI, Ketua DPR turut didampingi Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni dan Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun. Sedangkan Gubernur Bank Indonesia ditemani Jajaran Dewan Gubernur, antara lain Rijanto, Sugeng, Rosmaya Hadi, dan Dody Budi Waluyo.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
37 menit yang lalu
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
2 jam yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
11 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
11 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
13 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
13 jam yang lalu
Infografis
BULOG Gelontorkan Beras...
BULOG Gelontorkan Beras Operasi Pasar Antisipasi Dampak Kenaikan BBM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved