China Peringatkan AS, Ancaman Tarif Rusak Ekonomi Global
Kamis, 05 Juli 2018 - 11:05 WIB
China Peringatkan AS, Ancaman Tarif Rusak Ekonomi Global
A
A
A
BEIJING - Kementerian Perdagangan China mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) mengenai rencana pengenaan tarif atas barang-barang impor dari China oleh Washington.
Beijing menyebut langkah itu sama saja dengan menyerang rantai pasok internasional, termasuk perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Juru Bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng mengatakan, pihaknya akan terus mengkaji dampak perseteruan dagang dsengan AS dan membantu perusahaan-perusahaan di negaranya mengatasi guncangan yang mungkin terjadi.
"Langkah AS itu pada dasarnya menyerang rantai pasok dan rantai nilai global," ujar Gao seperti dikutip Reuters, Kamis (5/7/2018). "Sederhananya, Amerika tengah menyalakan api kepada seluruh dunia, termasuk negaranya sendiri."
Komentar keras ini dikeluarkan China sehari sebelum batas waktu pembelakuan tarif impor oleh Washington maupun Beijing. Aksi saling balas ini terjadi di tengah meningkatnya tensi konflik perdagangan yang telah menggoyang pasar finansial beberapa hari terakhir.
Gao meyakinkan bahwa perdagangan luar negeri China akan tetap stabil di paruh kedua tahun ini, meski para investor mencemaskan pecahnya perang dagang terbuka antara AS dan China akan memukul ekspor Negeri Panda tersebut beserta perekonomiannya.
Dalam pernyataan resminya, Kepabeanan China menyebutkan bahwa tarif atas barang-barang dari Negeri Paman akan segera berlaku begitu AS mengenakan tarif atas barang-barang China.
Seperti diketahui, Washington telah menyatakan akan memberlakukan tarif atas barang-barang impor dari China senilai USD34 miliar pada 6 Juli 2018. Sementara Beijing telah bersumpah akan membalas dengan langkah serupa.
China juga telah menekan Uni Eropa untuk mengeluarkan pernyataan bersama memprotes kebijakan perdagangan pemerintahan Presiden AS Donald Trump tersebut.
Beijing menyebut langkah itu sama saja dengan menyerang rantai pasok internasional, termasuk perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Juru Bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng mengatakan, pihaknya akan terus mengkaji dampak perseteruan dagang dsengan AS dan membantu perusahaan-perusahaan di negaranya mengatasi guncangan yang mungkin terjadi.
"Langkah AS itu pada dasarnya menyerang rantai pasok dan rantai nilai global," ujar Gao seperti dikutip Reuters, Kamis (5/7/2018). "Sederhananya, Amerika tengah menyalakan api kepada seluruh dunia, termasuk negaranya sendiri."
Komentar keras ini dikeluarkan China sehari sebelum batas waktu pembelakuan tarif impor oleh Washington maupun Beijing. Aksi saling balas ini terjadi di tengah meningkatnya tensi konflik perdagangan yang telah menggoyang pasar finansial beberapa hari terakhir.
Gao meyakinkan bahwa perdagangan luar negeri China akan tetap stabil di paruh kedua tahun ini, meski para investor mencemaskan pecahnya perang dagang terbuka antara AS dan China akan memukul ekspor Negeri Panda tersebut beserta perekonomiannya.
Dalam pernyataan resminya, Kepabeanan China menyebutkan bahwa tarif atas barang-barang dari Negeri Paman akan segera berlaku begitu AS mengenakan tarif atas barang-barang China.
Seperti diketahui, Washington telah menyatakan akan memberlakukan tarif atas barang-barang impor dari China senilai USD34 miliar pada 6 Juli 2018. Sementara Beijing telah bersumpah akan membalas dengan langkah serupa.
China juga telah menekan Uni Eropa untuk mengeluarkan pernyataan bersama memprotes kebijakan perdagangan pemerintahan Presiden AS Donald Trump tersebut.
(fjo)
Lihat Juga :