Perang Dagang dengan AS, China Lirik Pasar Eropa Timur

Minggu, 08 Juli 2018 - 17:02 WIB
Perang Dagang dengan...
Perang Dagang dengan AS, China Lirik Pasar Eropa Timur
A A A
SOFIA - China menegaskan komitmennya untuk meningkatkan perdagangan dengan Eropa Timur di tengah makin memanasnya perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Hal itu dikatakan Perdana Menteri (PM) China Li Keqiang dalam pertemuan puncak "16+1" dengan para pemimpin Eropa Tengah dan Timur di Sofia, Bulgaria,

Dia menegaskan bahwa China akan terus membuka pasar dan menerapkan langkah reformasi yang akan mendorong perekonomiannya yang pada akhirnya akan menyediakan lebih banyak peluang bagi anggota Uni Eropa (UE) maupun negara-negara Eropa Timur. "Ini merupakan lalu lintas dua arah," tegasnya seperti dilansir Reuters, Minggu (8/7/2018).

Membuka diri, tegas Li, merupakan kunci agenda reformasi China sehingga pihaknya memastikan akan lebih terbuka kepada dunia, termasuk memperluas akses pasar bagi investor asing.

Kedatangan Li ke pertemuan puncak "16+1" bertepatan dengan dimulainya perang dagang AS-China di mana kedua negara saling membalas mengenakan tarif atas barang-barang impor dari masing-masing negara dengan nilai hingga USD34 miliar.

Dalam pertemuan tersebut Li meyakinkan Eropa bahwa China menginginkan kerja sama yang saling menguntungkan. Dia menambahkan, langkah China membuka diri kepada negara-negara Eropa Timur tidak akan menganggu ekonomi Eropa secara keseluruhan.

"Jika Eropa melemah, itu akan menjadi kabar buruk bagi China, bukan sebaliknya," tegas Li. "Karena itu paltform (16+1) ini harus tetap terbuka dan transparan."

Para pejabat dari UE, Bank Dunia, dan Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan juga diundang dalam pertemuan tersebut. Li menegaskan, organisasi-organisasi itu juga diterima dengan tangan terbuka untuk bersama-sama mendanai proyek di Eropa Tengah maupun Timur.
Dalam pertemuan 16+1 tersebut sebanyak 18 kesepakatan bilateral dan memorandum ditandatangani, meski tak ada kesepakatan besar yang diumumkan. China diketahui menjanjikan miliaran dolar dalam berbagai proyek pembangunan di wilayah Eropa Tengah dan Timur yang menjadi bagian dari strategi China untuk membuka pasar ekspor baru.
Lebih dari 1.000 pebisnis China dan Eropa Tengah maupun Timur ikut hadir dalam pertemuan tersebut, mencari kesepakatan di bidang perdagangan, teknologi, infrastruktur, agrikultur dan turisme.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tebar Perang Dagang...
Tebar Perang Dagang dengan China, Militer AS Justru Diprediksi Makin Terpuruk
4 Alasan AS Kecanduan...
4 Alasan AS Kecanduan Berperang, Salah Satunya Menumbangkan Rezim Berkuasa
China Terus Perkuat...
China Terus Perkuat Militer, AS Ajak Sekutu Melawan Beijing
China Tuding AS Jadi...
China Tuding AS Jadi Ancaman Terbesar bagi Keamanan Global, Berikut Dalihnya
Demi Keamanan Nasional,...
Demi Keamanan Nasional, Staf Kedubes AS di China Dilarang Berkencan dengan Penduduk Lokal
Trump Akui AS Memiliki...
Trump Akui AS Memiliki Senjata Rahasia, Apa Itu?
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
1 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
1 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
2 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
3 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved