Efek Perang Dagang, Tesla Kerek Harga Mobilnya di Pasar China

Selasa, 10 Juli 2018 - 16:58 WIB
Efek Perang Dagang,...
Efek Perang Dagang, Tesla Kerek Harga Mobilnya di Pasar China
A A A
BEIJING - Produsen mobil listrik Tesla Inc menjadi pabrikan mobil asal Amerika Serikat (AS) pertama yang terpaksa menaikkan harga jual produknya di pasar China.

Harga mobil Model X dan S Tesla resmi naik sekitar 20% sebagai respons dari pengenaan tarif oleh China yang terlibat perang dagang dengan AS. Produsen mobil lainnya diperkirakan bakal segera mengikuti langkah tersebut, atau memindahkan produksinya ke China.

"Ini hanya babak pertama dari cerita ini," kata James Chao, analis IHS Markit yang berbasis di Shanghai seperti dilansir Reuters, Selasa (10/7/2018).

China menerapkan tarif balasan pada mobil impor asal AS sebagai respons dari kebijakan Presiden Donald Trump yang menerapkan tarif atas barang impor China senilai USD34 miliar.

Pengenaan tarif oleh China diperkirakan bakal melukai pabrikan mobil dan juga perusahaan yang memproduksi komponen automotif di AS. Tarif impor China juga akan merugikan produsen kedelai, whiski serta sejumlah produk agrikultur lainnya di AS.

Bagi Tesla yang kini tengah berjuang untuk mencetak laba, pasar China adalah kunci. Penjualan Tesla di Negeri Panda itu menyumbangkan 17% dari total pendapatan perusahaan tahun lalu.

"Menaikkan harga pasti akan mengganggu penjualan, tapi Tesla yang tengah merugi saat ini tak punya pilihan karena tak mungkin mereka menyerap biaya yang timbul dari pengenaan tarif," ujar analis CFRA Efraim Levy.

Saat ini, harga sedan Model S Tesla di China sekitar 849.900 yuan atau setara USD128.779, naik dari harga sebelumnya sebesar 710.579 yuan pada Mei lalu. Sementara harga SUV Tesla Model X kini mencapai 927.200 yuan dari sebelumnya 775.579 yuan. Tesla mengirim lebih dari 15.000 unit mobil ke China per tahun.

Produsen mobil mewah Jerman BMW, yang juga memproduksi mobilnya di AS untuk dijual ke China mengisyaratkan untuk menaikkan harga jualnya. BMW menyatakan tak bisa sepenuhnya menyerap kenaikan tarif yang diterapkan China.

Sementara Ford Motor Co menyatakan tidak akan menaikkan harga mobil yang dieskpornya ke China, kendati langkah itu dipastikan bakal menggerus keuntungan perusahaan.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Selain Microsoft, Tesla...
Selain Microsoft, Tesla dan Amazon Berpeluang Besar Bungkus TikTok
Mobil Listrik China...
Mobil Listrik China Kembali Dihantam Tarif Bea Impor 100%, Bagaimana Nasib Tesla?
Meremehkan Mobil China...
Meremehkan Mobil China Jadi Dosa Besar yang Pernah Dilakukan Tesla
Toyota Kembali Kalahkan...
Toyota Kembali Kalahkan Mercedes, BMW, dan Tesla di Merek Terbaik 2023 Versi Interbrand
BYD Kalahkan Tesla di...
BYD Kalahkan Tesla di Eropa untuk Pertama Kalinya, AS Semakin Merana
Kinerja ALMI Terpukul...
Kinerja ALMI Terpukul Kondisi Perekonomian Global
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
57 menit yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
1 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
1 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
2 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
3 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
3 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved