Makin Panas, AS Ancam Tarif bagi USD200 Miliar Produk China

Rabu, 11 Juli 2018 - 12:33 WIB
Makin Panas, AS Ancam...
Makin Panas, AS Ancam Tarif bagi USD200 Miliar Produk China
A A A
WASHINGTON - Taruhan dalam perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China semakin tinggi setelah Pemerintahan Trump mengancam untuk menambah daftar barang asal China yang akan dikenai tarif impor.

Dalam ancaman terbarunya, AS mempertimbangkan untuk mengenakan tarif sebesar 10% bagi sejumlah produk impor asal China, termasuk barang-barang konsumsi, senilai USD200 miliar.

Terkejut atas ancaman tersebut, Kementerian Perdagangan China menyatakan akan mengadukan persoalan tersebut ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Beijing menegaskan bahwa aksi AS tersebut sama sekali tak bisa diterima.

Tak hanya itu, Beijing juga menyatakan siap membalas aksi Washington dengan langkah-langkah kualitatif. Pernyataan tersebut menimbulkan kekhawatiran pada para investor AS yang memiliki bisnis di China.

Aksi balasan tersebut dinilai bisa datang dalam beragam bentuk, mulai dari ditingkatkannya pengawasan oleh otoritas China, dihambatnya persetujuan investasi, hingga aksi boikot oleh konsumen.

Diketahui, pihak berwenang AS mengeluarkan daftar berisi ribuan barang-barang impor asal China yang bakal dikenai tarif oleh Pemerintahan Trump. Barang-barang tersebut antara lain produk makanan, tembakau, bahan kimia, batu bara, baja dan alumunium.

Kemudian, barang-barang konsumsi seperti ban mobil, furnitur, produk kayu, koper dan tas, makanan kucing, sarung baseball, karpet, pintu, sepeda, peralatan ski, tas golf, kertas toilet serta produk kecantikan.

"Selama lebih dari setahun Pemerintahan Trump dengan sabar telah mendesak China untuk menghentikan praktik perdagangannya yang tidak adil, membuka pasarnya, serta menjalankan kompetisi pasar yang baik," ungkap Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer saat mengumumkan tarif yang diusulkan, seperti dilansir Reuters, Rabu (11/7/2018).

Namun, kata dia, bukannya menanggapi permintaan tersebut, China memilih untuk melakukan aksi balasan dengan mengenakan tarif bagi produk-produk AS yang masuk ke negara tersebut. "Sama sekali tidak ada pembenaran untuk aksi tersebut," tandasnya.

Pekan lalu, Washington mengenakan tarif 25% atas barang impor asal China senilai USD34 miliar. Beijing pun membalas dengan aksi serupa dengan nilai yang sama atas barang-barang yang diimpor dari AS.

Kedua belah pihak mempertimbangkan tambahan pengenaan tarif atas barang-barang senilai USD16 miliar sehingga total barang yang terkena tarif dari kedua sisi mencapai USD50 miliar.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tebar Perang Dagang...
Tebar Perang Dagang dengan China, Militer AS Justru Diprediksi Makin Terpuruk
4 Alasan AS Kecanduan...
4 Alasan AS Kecanduan Berperang, Salah Satunya Menumbangkan Rezim Berkuasa
China Terus Perkuat...
China Terus Perkuat Militer, AS Ajak Sekutu Melawan Beijing
China Tuding AS Jadi...
China Tuding AS Jadi Ancaman Terbesar bagi Keamanan Global, Berikut Dalihnya
Trump Akui AS Memiliki...
Trump Akui AS Memiliki Senjata Rahasia, Apa Itu?
Demi Keamanan Nasional,...
Demi Keamanan Nasional, Staf Kedubes AS di China Dilarang Berkencan dengan Penduduk Lokal
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
1 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
1 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
2 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
3 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved