Rupiah Dibuka Lesu Saat USD Dekati Level Terbaik Enam Bulan
Senin, 16 Juli 2018 - 10:22 WIB
Rupiah Dibuka Lesu Saat USD Dekati Level Terbaik Enam Bulan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan, Senin (16/7/2018) dibuka jatuh setelah sebelumnya sempat memberikan sinyal penguatan. Tergelincirnya mata uang Garuda terjadi saat dolar mendekati posisi tertinggi dalam enam bulan.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka berada pada jalur pelemahan di level Rp14.396/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih loyo terhadap USD dibandingkan sebelumnya Rp14.358/USD.
Menurut data Bloomberg, indeks dolar pada pukul 10.12 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah ke level Rp14.393/USD dibandingkan akhir pekan kemarin Rp14.378/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.392-Rp14.399 per USD
Sementara data Yahoo Finance mencatat, Rupiah menyusut menjadi Rp14.397/USD jika dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.380/USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp14.373 per USD hingga Rp14.397 per USD.
Posisi rupiah juga masih terperosok melihat data SINDOnews bersumber dari Limas pagi ini, dimana mata uang Garuda bertengger di awal sesi ke level Rp14.397/USD. Posisi ini menjadi sinyal kejatuhan mata uang Garuda atau tidak lebih baik dari akhir pekan kemarin.
Di sisi lain, seperti dilansir Reuters, mata uang utama berdiri kokoh pada perdagangan Senin terimbas meredanya konflik perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS). Para investor masing menunggu data kunci dari dua ekonomi terbesar dunia tersebut, untuk menentukan apakah pertumbuhan global bakal terpengaruh.
Dolar berhenti di level 112,39 saat berhadapan dengan Yen Jepang atau tidak jauh dari posisi tertinggi enam bulan ke level 112,79 yang ditetapkan pada hari Jumat. Selanjutnya indeks USD terhadap enam mata uang utama lainnya hampir tidak berubah di level 94.750.
Indeks USD bergerak setinggi 95,241 minggu lalu tetapi dengan cepat membalikkan kenaikan setelah angka perdagangan terbaru dari China menunjukkan ancaman tarif belum memiliki dampak signifikan. Kekhawatiran tentang pukulan ekonomi terhadap ekspor China dari tarif AS yang kaku telah menyebabkan yuan menabrak dolar di pasar luar negeri.
Di tempat lain, euro ditaklukkan, tetapi bertahan di atas posisi terbaik dalam sembilan hari di level 1,1610 pekan lalu. Sesi terakhir tercatat turun 0,1% pada level 1,1677. Sedangkan Pound merosot lebih rendah pada level 1,1322 versus USD dibandingkan pekan lalu di level 1,3101.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka berada pada jalur pelemahan di level Rp14.396/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih loyo terhadap USD dibandingkan sebelumnya Rp14.358/USD.
Menurut data Bloomberg, indeks dolar pada pukul 10.12 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah ke level Rp14.393/USD dibandingkan akhir pekan kemarin Rp14.378/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.392-Rp14.399 per USD
Sementara data Yahoo Finance mencatat, Rupiah menyusut menjadi Rp14.397/USD jika dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.380/USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp14.373 per USD hingga Rp14.397 per USD.
Posisi rupiah juga masih terperosok melihat data SINDOnews bersumber dari Limas pagi ini, dimana mata uang Garuda bertengger di awal sesi ke level Rp14.397/USD. Posisi ini menjadi sinyal kejatuhan mata uang Garuda atau tidak lebih baik dari akhir pekan kemarin.
Di sisi lain, seperti dilansir Reuters, mata uang utama berdiri kokoh pada perdagangan Senin terimbas meredanya konflik perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS). Para investor masing menunggu data kunci dari dua ekonomi terbesar dunia tersebut, untuk menentukan apakah pertumbuhan global bakal terpengaruh.
Dolar berhenti di level 112,39 saat berhadapan dengan Yen Jepang atau tidak jauh dari posisi tertinggi enam bulan ke level 112,79 yang ditetapkan pada hari Jumat. Selanjutnya indeks USD terhadap enam mata uang utama lainnya hampir tidak berubah di level 94.750.
Indeks USD bergerak setinggi 95,241 minggu lalu tetapi dengan cepat membalikkan kenaikan setelah angka perdagangan terbaru dari China menunjukkan ancaman tarif belum memiliki dampak signifikan. Kekhawatiran tentang pukulan ekonomi terhadap ekspor China dari tarif AS yang kaku telah menyebabkan yuan menabrak dolar di pasar luar negeri.
Di tempat lain, euro ditaklukkan, tetapi bertahan di atas posisi terbaik dalam sembilan hari di level 1,1610 pekan lalu. Sesi terakhir tercatat turun 0,1% pada level 1,1677. Sedangkan Pound merosot lebih rendah pada level 1,1322 versus USD dibandingkan pekan lalu di level 1,3101.
(akr)