Penasihat Trump: Pertumbuhan Ekonomi AS Akan Capai 4% di Kuartal II

Kamis, 19 Juli 2018 - 00:03 WIB
Penasihat Trump: Pertumbuhan...
Penasihat Trump: Pertumbuhan Ekonomi AS Akan Capai 4% di Kuartal II
A A A
NEW YORK - Larry Kudlow, penasihat ekonomi utama Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat akan berjalan jauh di atas yang terjadi selama satu dekade terakhir.

Dalam konferensi CNBC’s Delivering Alpha di New York, Kudlow optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat akan mencapai 4% di kuartal II 2018 atau di akhir tahun ini. Selama masa Barack Obama, pertumbuhan ekonomi AS selalu di bawah 2%.

"Kami telah mendapatkan 3% dan akan mencapai 4% untuk kuartal kedua. Dan itu semua demi kebaikan. Karena pertumbuhan ekonomi yang meningkat secara harfiah membuat jutaan orang bekerja," ujarnya seperti dilansir CNBC, Rabu (18/7/2018).

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, pemerintahan Donald Trump akan kembali melalukan pemotongan pajak. Pemerintah AS sedang mempertimbangkan undang-undang pajak lebih lanjut, setelah mereka melakukan pemotongan pajak di akhir tahun 2017.

Para ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II 2018 akan mendekati 4%, setelah PDB naik menjadi 2,3% pada 2017, tahun pertama Trump menjadi presiden.

Pemerintahan Trump menggunakan perpaduan pemotongan pajak, peningkatan belanja negara, dan deregulasi dalam upaya menggairahkan ekonomi.

Kudlow mengatakan meningkatnya pertumbuhan ekonomi ini untuk menjawab orang-orang yang sinis. "Kami punya generasi milenial yang belum pernah melihat kemakmuran. Mereka belum pernah melihatnya. Kami belum memilikinya dalam 20 tahun," tandasnya.

Pernyataan Kudlow datang ketika Gedung Putih meluncurkan perang dagang melawan kedua musuh yaitu Republik Rakyat China dan Uni Eropa. Bagi AS, perang tarif ini untuk melindungi kepentingan nasional. Adapun Kudlow sejatinya dikenal sebagai pendukung pasar bebas. Namun, terkait perang dagang yang dilakukan Trump, ia mengatakan sesuatu perlu dilakukan.

"Orang ini, Presiden Trump memiliki tanggung jawab terbesar. Dia tidak akan melepaskan poin ini, dan menurutnya juga tidak," sambungnya.

Dan Kudlow mengklaim memperoleh dari sumber-sumber terpercaya yang mengatakan kepada Pemerintah AS bahwa Pemerintah China sejatinya menyadari kesalahan mereka.

"Pemerintah China tahu mereka salah, seluruh dunia tahu mereka salah. Dan sesuatu harus dilakukan di sini," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menjaga Tren Pertumbuhan...
Menjaga Tren Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,05 Persen Sepanjang Tahun 2023
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Hadapi Dinamika Pasar...
Hadapi Dinamika Pasar Energi Global, PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM
13 menit yang lalu
3 Cara Cek Emas Asli...
3 Cara Cek Emas Asli untuk Menghindari Kerugian Finansial
16 menit yang lalu
MNC Bank Gandeng MNC...
MNC Bank Gandeng MNC Sekuritas Dorong Literasi Keuangan Gen Z lewat Solusi Perbankan Digital
19 menit yang lalu
Beli Properti Lebih...
Beli Properti Lebih Ringan? KPR BRI Solusi Jawabannya!
27 menit yang lalu
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan HSSE Jadi Kunci Elnusa Petrofin Perkuat Rantai Pasok Energi
30 menit yang lalu
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
47 menit yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved