Harga Minyak Mentah Dunia Berbalik Naik Saat Stok AS Menyusut
Kamis, 19 Juli 2018 - 11:27 WIB
Harga Minyak Mentah Dunia Berbalik Naik Saat Stok AS Menyusut
A
A
A
TOKYO - Harga minyak mentah dunia pada perdagangan, Kamis (19/7/2018) berbalik menanjak naik, setelah kemarin sempat melemah. Lonjakan harga minyak ditopang setelah data resmi secara mengjutkan menunjukkan bahwa persediaan bensin, solar dan minyak Amerika Serikat (AS) secara tak terduga turun pekan lalu.
Dilansir Reuters hari ini, tercatat harga minyak mentah berjangka Brent telah meningkat sebesar 8 sen yang setara 0,1% menjadi USD72,98/barel pada pukul 00.43 GMT. Angka ini lebih tinggi 1% dibandingkan perdagangan Rabu, kemarin setelah sempat jatuh le level terendah dalam tiga bulan.
Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) meningkat mencapai 20 sen atau 0,3% ke level USD68,96 per barel. Raihan ini melanjutkan tren peningkatan sekitar 1% dari perdagangan sebelumnya.
Persediaan bensin tercatat turun 3,2 juta barel pekan lalu, sementara stok distilat, yang termasuk solar dan minyak pemanas, turun 371.000 barel menurut data Administrasi Informasi Energi (EIA) yang diumumkan pada hari Rabu, waktu setempat. Survei yang dilakukan Reuters sebelum rilis data telah meramalkan bahwa stok bensin akan tidak berubah dan stok distilasi akan menunjukkan penambahan sekitar 900.000 barel.
Stok minyak mentah AS melesat 5,8 juta barel pekan lalu, dibandingkan dengan perkiraan penurunan 3,6 juta barel. Produksi minyak mencapai rekor 11 juta barel per hari, kata EIA. Amerika Serikat sendiri telah menambahkan hampir 1 juta bpd dalam produksi sejak November, berkat peningkatan cepat dalam pengeboran.
Di sisi lain pasar minyak telah jatuh selama satu pekan terakhir ketika Arab Saudi dan anggota lain dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) serta Rusia meningkatkan produksi ditambah karena beberapa gangguan pasokan mulai mereda. Kelanjutkan kebijakan OPEC dan non-OPEC terkait pembatasan produksi minyak telah menurun menjadi sekitar 120% pada bulan Juni dari 147% pada bulan Mei.
Dilansir Reuters hari ini, tercatat harga minyak mentah berjangka Brent telah meningkat sebesar 8 sen yang setara 0,1% menjadi USD72,98/barel pada pukul 00.43 GMT. Angka ini lebih tinggi 1% dibandingkan perdagangan Rabu, kemarin setelah sempat jatuh le level terendah dalam tiga bulan.
Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) meningkat mencapai 20 sen atau 0,3% ke level USD68,96 per barel. Raihan ini melanjutkan tren peningkatan sekitar 1% dari perdagangan sebelumnya.
Persediaan bensin tercatat turun 3,2 juta barel pekan lalu, sementara stok distilat, yang termasuk solar dan minyak pemanas, turun 371.000 barel menurut data Administrasi Informasi Energi (EIA) yang diumumkan pada hari Rabu, waktu setempat. Survei yang dilakukan Reuters sebelum rilis data telah meramalkan bahwa stok bensin akan tidak berubah dan stok distilasi akan menunjukkan penambahan sekitar 900.000 barel.
Stok minyak mentah AS melesat 5,8 juta barel pekan lalu, dibandingkan dengan perkiraan penurunan 3,6 juta barel. Produksi minyak mencapai rekor 11 juta barel per hari, kata EIA. Amerika Serikat sendiri telah menambahkan hampir 1 juta bpd dalam produksi sejak November, berkat peningkatan cepat dalam pengeboran.
Di sisi lain pasar minyak telah jatuh selama satu pekan terakhir ketika Arab Saudi dan anggota lain dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) serta Rusia meningkatkan produksi ditambah karena beberapa gangguan pasokan mulai mereda. Kelanjutkan kebijakan OPEC dan non-OPEC terkait pembatasan produksi minyak telah menurun menjadi sekitar 120% pada bulan Juni dari 147% pada bulan Mei.
(akr)
Lihat Juga :