Rupiah Sesi I Terkapar Jadi Rp14.420/USD, IHSG Terkoreksi

Kamis, 19 Juli 2018 - 12:55 WIB
Rupiah Sesi I Terkapar...
Rupiah Sesi I Terkapar Jadi Rp14.420/USD, IHSG Terkoreksi
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga sesi siang perdagangan, Kamis (19/7/2018) masih terus terkapar hingga menyentuh level Rp14.420/USD. Memburuknya mata uang Garuda terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I sedikit terkoreksi, meski masih berada dalam zona hijau.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hingga perdagangan sesi I hari ini masih tak berdaya di level Rp14.415/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari kemarin Rp14.405/USD.

Posisi rupiah juga tak jauh berbeda menurut data Bloomberg, yang siang ini anjlok ke level Rp14.425/USD atau tercatat tenggelam semakin dalam dari sebelumnya pada posisi Rp14.414/USD. Tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp14.415 hingga Rp14.422/USD.

Sementara menurut Yahoo Finance, rupiah jatuh pada perdagangan sesi I di posisi Rp14.420/USD atau tidak lebih baik dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.398/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp14.398-Rp14.425/USD.

Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah terlihat tertahan di zona merah pada level Rp14.418/USD. Posisi ini lebih rendah dari posisi sebelumnya di level Rp14.406/USD.

Di sisi lain IHSG pada sesi I perdagangan sedikit berubah pada level 5.903,33 lewat kenaikan tipis 12,60 poin atau 0,21%. Dalam sesi sebelumnya, bursa saham Tanah Air dibuka melompat naik 24,990 poin setara 0,424% menjadi 5.915,72 dan kemarin berakhir pada level 5.910,24 atau meningkat 80,53 poin.

Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan siang ini mayoritas bergerak pada jalur hijau. Kenaikan tertinggi terjadi pada sektor industri dasar mencapai 1,88% diikuti lonjakan sektor perkebunan naik 0,92%. Sektor dengan pelemahan terdalam yakni perdagangan usai kehilangan sebesar 1,03%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,44 miliar dengan 5,34 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing Rp10,37 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,37 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,38 triliun. Tercatat 224 saham naik, 145 turun dan 120 saham mendatar.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT Astra International Tbk. (ASII). Di sisi lain saham-saham yang melemah yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dolar AS Lagi Merana,...
Dolar AS Lagi Merana, Rupiah dan IHSG Kompakan Perkasa
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat Terhadap Dolar AS
Akhiri Pekan di Zona...
Akhiri Pekan di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik ke Level 6.072
Rupiah Melemah Tipis...
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.130 per Dolar AS pada Selasa Pagi
IHSG Pekan Ini Diramal...
IHSG Pekan Ini Diramal Terkoreksi di 5.890-6.130, Simak Saran Analis
IHSG Diprediksi Kokoh...
IHSG Diprediksi Kokoh di Awal Pekan, Ini Beberapa Saham Pilihan
Berita Terkini
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
56 menit yang lalu
Bank Bangkrut di Indonesia...
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Izin Dicabut OJK Akibat Penyehatan Modal Gagal
1 jam yang lalu
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
1 jam yang lalu
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp52,85 Triliun per Mei 2026, Ini 4 Pilar Penopangnya
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Tipis ke 6.010, Ada 519 Saham Malas Bergerak
3 jam yang lalu
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
5 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved