Penguatan USD Tak Terbendung Seret Rupiah ke Level Terburuk

Kamis, 19 Juli 2018 - 16:13 WIB
Penguatan USD Tak Terbendung...
Penguatan USD Tak Terbendung Seret Rupiah ke Level Terburuk
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di akhir sesi perdagangan, Kamis (19/7/2018) makin terperosok jatuh ke level terburuk. Kejatuhan mata uang Garuda terjadi saat penguatan dolar tak terbendung terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi akhir perdagangan ambruk menjadi Rp14.470/USD dibanding penutupan sebelumnya Rp14.398/USD. Pergerakan harian pada perdagangan hari ini ada di level Rp14.398 hingga Rp14.475/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini merosot tajam ke posisi Rp14.420/USD atau memburuk dari sebelumnya Rp14.405/USD. Rupiah mencoba keluar dari tekanan sepanjang pekan ini, namun tidak kunjung mendapatkan sentimen positif.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan pada tren pelemahan usai jatuh tenggelam ke level Rp14.418/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah masih tak berdaya dibandingkan posisi penutupan kemarin Rp14.406/USD.

Menurut data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange anjlok ke level Rp14.442/USD dibandingkan akhir sesi kemarin Rp14.414/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.415-Rp14.442/USD.

Dolar seperti dilansir Reuters, melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis setelah komentar optimis tentang ekonomi Amerika Serikat (AS) oleh Gubernur Federal Reserve untuk memperkuat harapan investor terhadap kekuatan jangka panjang mata uang. Jerome Powell dalam pidatonya kemarin menegaskan, tidak akan mengubah ekspektasi kebijakan moneter AS.

Indeks dolar versus enam mata uang utama pada sepanjang hari ini terlihat meningkat 0,3% menjadi 95,344 untuk mendekati level tertinggi 12 bulan pada posisi 95,531 yang pernah dicapai pada 28 Juni, lalu. Sedangkan euro mengalami pelemahan mencapai sebesar 0,3% pada level 1,1610 saat berhadapan dengan USD meski meredam pelemahan dalam 16 hari di sesi sebelumnya.

Sementara itu, konflik perdagangan yang semakin melebar antara China dan Amerika Serikat (AS) merobohkan yuan ke level terendah satu tahun baik di pasar onshore maupun offshore. Di sisi versus Yen Jepang, dolar justru turun 0,1% di level 112,925 ketika pada perdagangan Rabu, kemarin tercatat USD naik ke posisi 113,14 terhadap yen, menjadi yang terkuat sejak 9 Januari.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
B50 Mulai Berjalan 1...
B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah
4 menit yang lalu
IHSG Babak Belur Jelang...
IHSG Babak Belur Jelang Akhir Pekan, Sesi Siang Ditutup Ambruk 2,73% ke 5.835
55 menit yang lalu
Kepuasan Peserta TASPEN...
Kepuasan Peserta TASPEN Terus Membaik, Catat Rekor Positif Sejak Empat Tahun Lalu
1 jam yang lalu
Manjakan Nasabah Premium,...
Manjakan Nasabah Premium, BRI dan Visa Luncurkan Kartu Kredit Infinite dengan Fasilitas Kelas Dunia
2 jam yang lalu
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
2 jam yang lalu
Kolaborasi Strategis...
Kolaborasi Strategis Pegadaian dan Pupuk Kaltim: Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved