Waralaba Cara Efektif Tingkatkan Rasio Kewirausahaan

Sabtu, 21 Juli 2018 - 14:23 WIB
Waralaba Cara Efektif...
Waralaba Cara Efektif Tingkatkan Rasio Kewirausahaan
A A A
JAKARTA - Model bisnis waralaba (franchise) merupakan salah satu cara paling efektif untuk melahirkan wirausaha baru, sekaligus meningkatkan rasio kewirausahaan di Indonesia yang baru mencapai 3,1 %.

Menurut Sekretaris Kementerian Koperesi dan Usaha Kecil Menengah, Meliadi Sembiring, di Indonesia ada 62 juta lebih UMKM. Dengan pertumbuhan ekonomi diatas 5 % itu bagus, tapi belum merata. Kesenjangan harus dikurangi, salah satunya dengan mengembangkan koperasi dan UKM.

"Waralaba adalah model bisnis yang cocok bagi UKM karena memberikan peluang bagi pengusaha UKM dalam mengembangkan usahanya," ujar Sesmenkop dan UKM saat memberi sambutan pembukaan pameran International Franchise Licence & Business Concept (IFRA) 2018, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jum'at, 20 Juli 2018.

Meliadi memaparkan, waralaba merupakan bentuk kerjasama bisnis berjangka panjang yang menjadi bagian dari pola kemitraan.

"Kerjasama ini tak hanya memiliki tujuan ekonomi, namun juga sosial seperti masalah pemerataan kesejahteraan dan keadilan dalam berusaha," katanya.

Hal itu karena didalam bisnis waralaba, akan terjadi penyatuan business plan, adanya transfer sumber daya finansial, keahlian atau teknologi, antara usaha besar, menengah dan kecil.

Menurut Meliadi, yang kurang dari bisnis waralaba ini adalah perluasan jenis usaha waralaba yang ditangani. "Misalnya agribisnis yang tampaknya masih kurang. Kebanyakan waralaba bergerak di kuliner, fashion. Padahal keunggulan kita banyak dan itu perlu digali lagi," pesannya.

Stabilisasi Harga

Dirjen Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahja Widayanti yang juga hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, prospek bisnis waralaba amat sangat menjanjikan. "Bapak Presiden Joko Widodo juga concern terhadap waralaba ini, karena sesuai dengan arah pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan," tegasnya.

Menurut Dirjen, sistem waralaba ini merupakan sistem distribusi yang baik, karena dapat diterapkan bagi usaha baru, yang belum bisa berkembang sendiri. "Namun dengan waralaba, kita bisa memulai sebagai entrepreneur. Memang tak mudah, perlu fokus," ujarnya.

Menurut Tjahja, dikaitkan dengan tugas pemerintah dalam stabilisasi harga, bisnis waralaba sangat memberikan kontribusi. "Waralaba udah punya sistem standar dan harga bisa dimaintenance," pungkasnya.

Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Andrew Nugroho mengatakan, bisnis waralaba dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat. Menurutnya terjadi lompatan pertumbuhan sebesar 20 persen dari 2016 ke 2017.

Karena itu dalam penyelenggaraan IFRA 2018 yang merupakan ke 16 kalinya ini, pihaknya menargetkan terjadi transaksi sampai Rp 7 triliun.
(akn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
2 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
24 menit yang lalu
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
41 menit yang lalu
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
55 menit yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
1 jam yang lalu
Infografis
5 Cara Cepat Menemukan...
5 Cara Cepat Menemukan Lokasi Terdekat dengan Google Maps
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved