Jokowi: Percuma Ekonomi Tumbuh Jika Inflasi Tinggi

Kamis, 26 Juli 2018 - 17:46 WIB
Jokowi: Percuma Ekonomi...
Jokowi: Percuma Ekonomi Tumbuh Jika Inflasi Tinggi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa angka inflasi harus ditekan serendah mungkin supaya bikin harga barang di Indonesia tetap terkendali. Jokowi menyatakan, jika angka inflasi di daerah naik-turun, pemerintah setempat harus mencari titik masalahnya dimana, apa itu pasokan atau distribusi.

"Pasokan misalnya besar kurang, hubungi provinsi lain yang surplus. Minta beras dikirim ke provinsi saya agar harga terkendali," ujarnya saat membuka dan memimpin langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi di Jakarta, Kamis (26/7/2018).(Baca Juga: Capaian Penting Pengendalian Inflasi Nasional Tiga Tahun Terakhir )
Menurutnya, pemerintah provinsi dan daerah harus mengerti betul soal inflasi, jangan sampai pertumbuhan ekonomi Indonesia tinggi, tapi diiringi kenaikan harga. "Jangan enggak ngerti terus duduk manis di kantor, percuma pertumbuhan ekonomi tinggi, inflasi tinggi. Tekor rakyat, yang betul itu kalau pertumbuhan ekonomi 7%, inflasi 2% jadi rakyat dapat merasakan," sambungnya

Sementara untuk saat ini, kata Jokowi, pertumbuhan ekonomi 5,1% dengan inflasi 3,6% masih bagus karena ada gap yang bisa dinikmati masyarakat. Namun Ia menekankan harga pangan tetap harus selalu dipantau.

"Pasokan distribusi harus dicek karena volatilitas harga pangan masih 4,47. Saya titip ke Kapolri, Kapolres ikuti mekanisme pasar, represif. Kalau inflasi stabil, orang mau nimbun barang enggak masalah, tapi kalau timbun barang harga melonjak ini yang harus dimasalahkan karena stok itu juga perlu," pungkasnya.

Seperti diketahui Rakornas Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan bersama oleh Bank Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan dengan mengangkat tema "Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Mewujudkan Stabilitas Harga dan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif Serta Berkualitas".

Tema tersebut selaras dengan prioritas Pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur nasional yang pada gilirannya akan memperkuat efektivitas pengendalian inflasi. Turut hadir dalam Rakornas adalah para Menteri serta pimpinan lembaga terkait, Panglima TNI dan Kapolri, serta 532 TPID dari 34 provinsi dan 498 kabupaten/kota.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Beber Tiga Tantangan...
BI Beber Tiga Tantangan Pengendalian Inflasi di Jatim
Bos BI Sebut Inflasi...
Bos BI Sebut Inflasi Indonesia Termasuk Terendah di Dunia
BI Buka Ruang Penurunan...
BI Buka Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan, Ini 2 Pertimbangan Utama
Tekan Inflasi Pangan,...
Tekan Inflasi Pangan, Bank Indonesia Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong Perkotaan
Jelang Hari Raya Iduladha,...
Jelang Hari Raya Iduladha, BI Perwakilan Jakarta Pastikan Harga Pangan Terkendali
BI Rate Juni 2025 Ditahan...
BI Rate Juni 2025 Ditahan Tetap di Level 5,50 Persen, Begini Penjelasannya
Berita Terkini
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
17 menit yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
37 menit yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
41 menit yang lalu
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
45 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
1 jam yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
1 jam yang lalu
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved