Ambil Alih Kelola Blok Rokan, Pertamina Harus Tingkatkan Kemampuan

Sabtu, 04 Agustus 2018 - 18:39 WIB
Ambil Alih Kelola Blok...
Ambil Alih Kelola Blok Rokan, Pertamina Harus Tingkatkan Kemampuan
A A A
JAKARTA - Mengoptimalkan penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di Blok Rokan, Pertamina dinilai harus meningkatkan kemampuan manajerial. Dalam hal ini, menurut ahli geologi Rovicky Dwi Hariputro, Pertamina harus menyesuaikan sistem administrasi dan pengambilan keputusan terkait aplikasi teknologinya.

“Bukan berarti kemampuan manajerial Pertamina lemah. Namun peningkatan manajerial penting karena tak jarang Pertamina harus membuat keputusan cepat jika terdapat beberapa case di lapangan,” kata Rovicky di Jakarta, Sabtu (4/8/2018).

Terkait itu pula Ia menegaskan, bahwa teknologi EOR bukan hambatan bagi Pertamina. Apalagi BUMN tersebut sudah sangat terbiasa menerapkan teknologi tersebut di berbagai lapangan yang dikelola. Seperti diketahui, Pertamina sudah menerapkan teknologi EOR di 16 lapangan alih kelola. Misalnya sumur eksplorasi Kumis-2 di Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau yang sebelumnya dikelola Chevron.

Di lokasi tersebut Pertamina menerapkan metode steamflooding dalam penggunaan teknologi EOR. Sedangkan di Struktur Gebang, Pangkalan Susu Field, Pertamina juga menerapkan teknologi EOR di 11 sumur melalui metode warterflooding.

“Jadi, memang tidak ada masalah dengan teknologi. Apalagi teknologi tersebut sudah terpasang dan terinstall di Blok Rokan sehingga Pertamina tinggal mempergunakan,” lanjut Rovicky.

Meski demikian Rovicky tetap mengingatkan Pertamina agar cermat menerapkan teknologi EOR di Blok Rokan, termasuk memperhitungkan perbedaan karakteristik lapangan. Sebab, masing-masing lapangan memang tidak sama, memiliki keunikan sendiri baik secara geologi dan juga jenis minyak.

Rovicky sendiri tidak menepis, bahwa teknologi EOR sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan produksi di Blok Rokan. Melalui EOR maka jumlah minyak yang bisa terambil bisa ditingkatkan. “Melalui EOR, minyak menjadi lebih encer sehingga lebih mudah dialirkan. Kalau tidak, minyak akan sulit untuk diambil karena seolah-olah lengket di batuan,” tegas Rovicky.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perkuat Strategi Bisnis,...
Perkuat Strategi Bisnis, Pertamina Siapkan Alih Kelola Blok Rokan
Menahan Penurunan Produksi...
Menahan Penurunan Produksi Blok Rokan, 44 Sumur Baru Akan Dibor 2021
Guyur Investasi Rp28,6...
Guyur Investasi Rp28,6 Triliun Demi Kerek Kinerja Blok Rokan
Ambil Alih Blok Rokan...
Ambil Alih Blok Rokan dari Chevron, Dirut Pertamina Singgung Transisi Energi
PT Pertamina Hulu Rokan...
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Kembangkan Usaha Lokal
Blok Rokan Kembali ke...
Blok Rokan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Presiden Nilai Pertamina Mampu Kelolanya
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
7 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
7 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
8 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
8 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
8 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved