Suku Bunga Naik Belum Direspons, Laju Rupiah Akan Terhambat
Kamis, 16 Agustus 2018 - 09:21 WIB
Suku Bunga Naik Belum Direspons, Laju Rupiah Akan Terhambat
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan dolar Amerika Serikat (USD) yang kembali mengalami penguatan diperkirakan dapat menghambat peluang rupiah untuk bertahan di zona positif. Pelaku pasar pun diperkirakan akan kembali meningkatkan permintaannya pada USD.
Ditambah lagi, dengan masih adanya sejumlah sentimen yang dianggap kurang baik maka dapat membuat rupiah kembali melemah meskipun telah dihadang oleh kenaikan suku bunga acuan.
Pengamat Pasar Modal Reza Priyambada mengatakan, adanya upaya pemerintah untuk menekan impor yang diikuti langkah bank sentral menaikkan suku bunga agar pelebaran defisit transaksi berjalan tidak mencapai 3% akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi ke depannya sehingga dapat menghambat laju rupiah.
"Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," ujarnya di Jakarta, Kamis (16/8/2018).
Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.611/USD-Rp14.581/USD. Sementara, pernyataan berbagai pejabat terkait dengan penyebab pelemahan rupiah tampaknya tidak banyak direspon positif karena pelaku pasar menantikan kebijakan yang realistis untuk menghadapi gejolak pelemahan rupiah.
"Bahkan langkah BI yang menaikan suku bunganya juga belum direspons positif. Berkaca dari sebelumnya dimana BI telah menaikan suku bunganya beberapa basis poin sejak era suku bunga rendah di level 4,75% tampaknya tidak berpengaruh dimana rupiah masih melemah," pungkasnya.
Ditambah lagi, dengan masih adanya sejumlah sentimen yang dianggap kurang baik maka dapat membuat rupiah kembali melemah meskipun telah dihadang oleh kenaikan suku bunga acuan.
Pengamat Pasar Modal Reza Priyambada mengatakan, adanya upaya pemerintah untuk menekan impor yang diikuti langkah bank sentral menaikkan suku bunga agar pelebaran defisit transaksi berjalan tidak mencapai 3% akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi ke depannya sehingga dapat menghambat laju rupiah.
"Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," ujarnya di Jakarta, Kamis (16/8/2018).
Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.611/USD-Rp14.581/USD. Sementara, pernyataan berbagai pejabat terkait dengan penyebab pelemahan rupiah tampaknya tidak banyak direspon positif karena pelaku pasar menantikan kebijakan yang realistis untuk menghadapi gejolak pelemahan rupiah.
"Bahkan langkah BI yang menaikan suku bunganya juga belum direspons positif. Berkaca dari sebelumnya dimana BI telah menaikan suku bunganya beberapa basis poin sejak era suku bunga rendah di level 4,75% tampaknya tidak berpengaruh dimana rupiah masih melemah," pungkasnya.
(akr)