Pasar Asia Ditutup Bervariasi Jelang Pembicaraan Tarif AS-China

Rabu, 22 Agustus 2018 - 16:39 WIB
Pasar Asia Ditutup Bervariasi...
Pasar Asia Ditutup Bervariasi Jelang Pembicaraan Tarif AS-China
A A A
TOKYO - Pasar saham Asia ditutup bervariasi pada Rabu (22/8/2018), karena investor memfokuskan diri terhadap pembicaraan tarif antara Amerika Serikat dan China yang dijadwalkan pekan ini. Hasil ini juga merespons dari Wall Street yang ditutup menguat dengan indeks S&P 500 menyentuh level tertinggi sepanjang masa.

Melansir CNBC, indeks ASX 200 Australia ditutup lebih rendah 0,29% menjadi 6.266, karena sektor keuangan diperdagangkan lebih rendah. Di Jepang, indeks Nikkei 225 ditutup lebih tinggi 0,64% ke level 22.362,55. Korea Selatan Kospi ditutup naik 0,14% menjadi 2.273,33.

Indeks Hang Seng Hong Kong pulih dengan diperdagangkan lebih tinggi 0,63% ke posisi 27.927,58. Sementara, pasar China daratan mengakhiri perdagangan di wilayah negatif, dengan indeks Shanghai turun 0,7% menjadi 2.714,61 dan Shenzhen lebih rendah 1,139% pada level 1.454,51.

Pekan ini, investor mencermati rencana pertemuan pejabat AS dan China yang memulai pembicaraan baru di Washington, untuk menemukan resolusi bagi perselisihan perdagangan yang sedang berlangsung diantara dua negara ekonomi terbesar di dunia.

Adapun harga minyak yang diperdagangkan selama sesi Asia pada petang ini, ialah harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate naik 0,64% menjadi USD66,26 per barel. Dan patokan Brent International meningkat 0,66% menjadi USD73,11 per barel.

Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street mengakhiri hasil positif pada perdagangan Selasa waktu setempat alias Rabu waktu Indonesia. Indeks S&P 500 mencapai level tertinggi sepanjang masa, dengan keuntungan 0,21% menjadi 2.862,96. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 63,6 poin ditutup pada level 25.822,29, sementara Nasdaq naik 0,49% untuk mengakhiri di level 7.859,17.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lawan Pengaruh China,...
Lawan Pengaruh China, Menhan AS Lakukan Tur ke Tiga Negara Asia
China-Amerika Memandang...
China-Amerika Memandang Perlu Menstabilkan Hubungan
Gara-gara China, Bursa...
Gara-gara China, Bursa Asia Dibuat Kelepekan
IHSG Kokoh Mengawali...
IHSG Kokoh Mengawali Pekan Ini, Ketegangan AS-China Bikin Bursa Asia Merangkak
AS Ingin Kerahkan Rudal...
AS Ingin Kerahkan Rudal Jarak Menengah ke Asia, China: Provokasi Terang-terangan!
Siapa Pemimpin Dunia...
Siapa Pemimpin Dunia saat Ini? Parade Militer China Tunjukkan Bos yang Sebenarnya
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
27 menit yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
45 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
1 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved