Sesi I: IHSG Berbalik Turun Tipis, Rupiah Melemah di Rp14.630
Kamis, 23 Agustus 2018 - 12:28 WIB
Sesi I: IHSG Berbalik Turun Tipis, Rupiah Melemah di Rp14.630
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Kamis (23/8/2018) ditutup berbalik melemah senilai 0,93 poin atau 0,016% ke level 5.943,37. Awal perdagangan, IHSG dibuka menguat 17,8 poin atau 0,3% ke level 5.962,10.
Tujuh indeks sektoral memerah sehingga menekan laju IHSG, dengan aneka industri terkoreksi 1,86% dan infrastruktur jatuh 1,02%. Sedangkan sektor keuangan memimpin penguatan sebesar 1,23%.
Dari 493 saham yang diperdagangkan, 190 melemah, 137 stabil dan 166 menguat. Nilai transaksi saham mencapai Rp4,70 triliun dari 4,88 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing sebesar Rp212,08 miliar, dengan aksi beli asing Rp1,79 triliun dan aksi jual asing Rp1,58 triliun.
Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot pada sesi pertama ini, melemah 56 poin atau 0,38% ke level Rp14.630 per USD, berbanding penutupan Selasa lalu di Rp14.574 per USD.
Hal sama juga tercatat di Yahoo Finance pada siang ini, dimana mata uang NKRI turun 57 poin atau 0,39% ke level Rp14.630 per USD, berbanding Rp14.573 per USD pada Selasa lewat. Pelemahan rupiah disebabkan risalah bank sentral AS, Federal Reserve yang memberi sinyal kenaikan suku bunga The Fed sehingga menguatkan dolar AS.
Tujuh indeks sektoral memerah sehingga menekan laju IHSG, dengan aneka industri terkoreksi 1,86% dan infrastruktur jatuh 1,02%. Sedangkan sektor keuangan memimpin penguatan sebesar 1,23%.
Dari 493 saham yang diperdagangkan, 190 melemah, 137 stabil dan 166 menguat. Nilai transaksi saham mencapai Rp4,70 triliun dari 4,88 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing sebesar Rp212,08 miliar, dengan aksi beli asing Rp1,79 triliun dan aksi jual asing Rp1,58 triliun.
Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot pada sesi pertama ini, melemah 56 poin atau 0,38% ke level Rp14.630 per USD, berbanding penutupan Selasa lalu di Rp14.574 per USD.
Hal sama juga tercatat di Yahoo Finance pada siang ini, dimana mata uang NKRI turun 57 poin atau 0,39% ke level Rp14.630 per USD, berbanding Rp14.573 per USD pada Selasa lewat. Pelemahan rupiah disebabkan risalah bank sentral AS, Federal Reserve yang memberi sinyal kenaikan suku bunga The Fed sehingga menguatkan dolar AS.
(ven)
Lihat Juga :