Rupiah Diprediksi Kembali Melemah
Jum'at, 24 Agustus 2018 - 09:08 WIB
Rupiah Diprediksi Kembali Melemah
A
A
A
JAKARTA - Berbalik menguatnya laju USD tampaknya dapat menghalangi potensi penguatan lanjutan dari rupiah, sehingga diperkirakan rupiah dapat berbalik melemah.
Pengamat Pasar Modal Reza Priyambada mengatakan, belum adanya sentimen terbarukan dari rupiah membuat pergerakannya cenderung terimbas kenaikan USD tersebut.
"Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," ujarnya di Jakarta, Jumat (24/8/2018).
Di perkirakan Reza, rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.635/USD-Rp14.615/USD. Sementara, laju rupiah pasca libur Idul Adha cenderung kembali melemah seiring imbas penguatan USD.
Adanya kenaikan pada USD terjadi setelah merespon penurunan EUR yang terimbas sentimen adanya rencana Presiden Trump yang akan mengenakan tarif impor atas sejumlah produk dari Uni Eropa.
"Di sisi lain, penguatan USD juga terimbas adanya ekspektasi kenaikan kembali suku bunga The Fed pada September. Sementara itu, dari dalam negeri belum adanya sentimen yang terbarukan membuat rupiah kehilangan momentum untuk mempertahankan kenaikannya," pungkasnya.
Pengamat Pasar Modal Reza Priyambada mengatakan, belum adanya sentimen terbarukan dari rupiah membuat pergerakannya cenderung terimbas kenaikan USD tersebut.
"Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," ujarnya di Jakarta, Jumat (24/8/2018).
Di perkirakan Reza, rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.635/USD-Rp14.615/USD. Sementara, laju rupiah pasca libur Idul Adha cenderung kembali melemah seiring imbas penguatan USD.
Adanya kenaikan pada USD terjadi setelah merespon penurunan EUR yang terimbas sentimen adanya rencana Presiden Trump yang akan mengenakan tarif impor atas sejumlah produk dari Uni Eropa.
"Di sisi lain, penguatan USD juga terimbas adanya ekspektasi kenaikan kembali suku bunga The Fed pada September. Sementara itu, dari dalam negeri belum adanya sentimen yang terbarukan membuat rupiah kehilangan momentum untuk mempertahankan kenaikannya," pungkasnya.
(ven)