Ramuan Kebijakan Bank Indonesia Jawab Ketidakpastian Global

Jum'at, 31 Agustus 2018 - 13:39 WIB
Ramuan Kebijakan Bank...
Ramuan Kebijakan Bank Indonesia Jawab Ketidakpastian Global
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memiliki ramuan kebijakan untuk menjawab ketidakpastian global yang terjadi saat ini untuk menjaga stabilitas dan mempertahankan momentum pertumbuhan. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, tugas BI tidak hanya untuk memperkuat ketahanan ekonomi, tapi mampu merumuskan bauran kebijakan.

"Harus perkuat ketahanan ekonomi dan respons melalui bauran kebijakan, ramuan kebijakan. Diramu jadi optimal untuk merespons ketidakpastian, sehingga stabilitas terjaga dan momentum pertumbuhan," ujarnya di Bali, Jumat (31/8/2018)

Kebijakan di BI, kata Perry, berupa optimalisasi sejumlah instrumen, salah satunya menggunakan kebijakan suku bunga agar stabilitas terjaga. "Kita naikkan suku bunga bukan karena inflasi kita tinggi. Inflasi 3,3% itu rendah, target kita 3,5% plus minus 1%," katanya.

Kenaikan suku bunga ini bukan berarti perekonomian tidak bagus karena tumbuh 5,2% pada kuartal II/2018, penyaluran kredit tumbuh 10,3% bukan karena bank lemah, rasio CAR masih tinggi.

"Ekonomi domestik kita bagus, ketahanan ekonomi kita bagus. Namun masalahnya ketidakpastian global harus direspons suku bunga agar stabilitas terjaga agar daya tarik aset keuangan kita menarik, kita jaga imbal hasil obligasi, saham itu tetap menarik makanya kita naikan suku bunga," katanya.

Selain itu, kata Perry, juga kebijakan stabilitas rupiah dengan intervensi ganda meski dari berdasarkan permintaan pasar, perkembangan nilai tukar sekarang tidak normal. "Pasok valas di pasar, kita beli obligasi pemerintah dari pasar sekunder," tutur dia.

Disamping itu, BI mengeluarkan instrumen swap untuk bisa memberikan para pengusaha, baik eksportir dan importir supaya memenuhi kebutuhan USD mereka. "Kita sediakan mudah, cepat, murah, tiap hari BI ada dua jenis swap, operasi moneter dan swap hedging. Lelang swap valas pagi diumumkan jam 2, dan siang kita buka swap hedging. Kalau kebutuhan valas tidak sekarang bisa memenuhinya dari swap ini, kita buat tersedia tiap hari dengan harga yang murah," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Turun, Langkah...
BI Rate Turun, Langkah Strategis Dorong Ekonomi lewat Pendanaan
Suku Bunga Naik, Pertumbuhan...
Suku Bunga Naik, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Diprediksi Melambat
Ekonomi RI Tumbuh 5,4%,...
Ekonomi RI Tumbuh 5,4%, Airlangga Minta BI Tahan Suku Bunga Acuan
BI Turunkan Suku Bunga...
BI Turunkan Suku Bunga Demi Pemulihan Ekonomi Nasional
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Januari 2026 di Level 4,75 Persen
Dukung Pertumbuhan Ekonomi,...
Dukung Pertumbuhan Ekonomi, BI Pertahankan Bunga Acuan di 3,50%
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
10 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
10 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
10 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
10 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
11 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
11 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved