Kebutuhan Tinggi, Jabar Kekurangan 65.000 Ha Lahan Tembakau

Senin, 03 September 2018 - 13:35 WIB
Kebutuhan Tinggi, Jabar...
Kebutuhan Tinggi, Jabar Kekurangan 65.000 Ha Lahan Tembakau
A A A
BANDUNG - Jawa Barat masih membutuhkan lebih dari 65.000 hektare (ha) lahan baru untuk budi daya pohon tembakau untuk memenuhi kebutuhan tembakau sekitar 76.000 ton per tahun.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Barat Suryana mengakui, saat ini luas lahan produksi tembakau di Jabar antara 9.000-12.000 ha, tersebar di 17 kabupaten/kota. Dari luas lahan tersebut, Jawa Barat hanya mampu memproduksi sekitar 16.000 ton per tahun. Sementara kebutuhan tembakau diperkirakan mencapai 80.000 ton lebih.

"Idealnya Jabar punya 76.000 ha lahan tembakau, baru bisa terpenuhi semua kebutuhan. Tetapi memang ini terkendala aturan, di mana luas lahan tembakau tidak boleh lebih dari 12.000 ha. Dengan kondisi saat ini, setiap tahun masuk 70.000 ton tembakau ke Jabar," jelas Suryana, Senin (3/9/2018).

Petani tembakau, kata dia, mesti melakukan sistem bergilir agar luas lahan tanam tidak lebih dari 12.000 ha. Padahal, secara ekonomis pertanian tembakau memberi dampak ekonomi cukup baik bagi warga. Dia mencontohkan, tembakau rajang jenis uteran Gunung Kencana yang ada di Pangandaran saat ini paling bagus dari sisi harga, mencapai Rp30.000/kg untuk daun basah.

"Di Indonesia ada delapan jenis tembakau. Lima di antaranya ditanam di Jawa Barat. Bahkan tembakau Pangandaran sekarang paling dicari, salah satunya untuk memenuhi permintaan di China. Lima daerah yang menjadi produsen terbesar tembakau yakni Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Kuningan," paparnya.

Ketua AMTI Hananto menyebutkan, secara nasional, pada 2017 produksi tembakau mencapai 198.000 ton. Jumlah tersebut masih di bawah angka kebutuhan nasional yang mencapai 330.000 ton. Sehingga sisanya diperkirakan dipenuhi dari importasi.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Didominasi Perempuan,...
Didominasi Perempuan, Pekerja di Industri Hasil Tembakau Mayoritas Jadi Tulang Punggung Keluarga
Cerita Paino, Kesejahteraan...
Cerita Paino, Kesejahteraan Meningkat hingga Kuliahkan Anak Berkat Bertani Tembakau
Festival Industri Tembakau...
Festival Industri Tembakau Garut 2020 Pacu Pemasaran Produk Hasil Tembakau
Warga Jember Tolak Hari...
Warga Jember Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia
Produk HPTL Meningkat,...
Produk HPTL Meningkat, Pemerintah Harus Tingkatkan Kajian Ilmiah
Berperan pada Program...
Berperan pada Program Asta Cita, Pemerintah Diminta Lindungi IHT
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
29 menit yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
1 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
2 jam yang lalu
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
7 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
7 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
9 jam yang lalu
Infografis
Makan Daging Kambing...
Makan Daging Kambing Menyebabkan Darah Tinggi, Mitos Atau Fakta?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved